Tribun GOR Satria Ambruk Diduga Tak Kuat Menahan Beban, 58 Orang Luka

Banyumas, IDN Times – Insiden ambruknya tribun VIP saat ajang Speed Fest Babak 2 dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026), diduga dipicu kelebihan beban penonton yang memenuhi tribun.
Peristiwa itu mengakibatkan 58 orang terluka dan harus mendapatkan perawatan di lima rumah sakit di Purwokerto.
Tribun bagian tengah roboh sekitar pukul 10.00 WIB ketika area penonton mulai dipadati pengunjung yang hendak menyaksikan balapan. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik tribun runtuh hingga memicu kepanikan.
1. Dugaan kelebihan beban masih didalami polisi

Hingga Minggu sore, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab ambruknya tribun.
Dugaan awal mengarah pada konstruksi tribun yang tidak mampu menahan beban penonton yang memadati area tersebut. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini terjadi beberapa jam sebelum laga Derby Ngapak antara Persibas Banyumas melawan PSCS Cilacap yang dijadwalkan berlangsung di kompleks GOR Satria.
Sementara itu, kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi konstruksi tribun untuk memastikan penyebab pasti ambruknya fasilitas penonton tersebut
2. Bupati pastikan korban mendapat penanganan optimal

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono langsung menjenguk para korban di RS Wijaya Kusuma (DKT), RS Elisabeth, RS Orthopaedi Purwokerto (RSOP), RS Geriatri, dan RSUD Banyumas. Ia memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara maksimal sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban.
"Kehadiran kami untuk memastikan seluruh penanganan medis bagi para korban berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarganya," ujar Sadewo.
Data sementara mencatat 58 korban dirawat di lima rumah sakit, terdiri dari 15 orang di RS DKT, 10 orang di RS Elisabeth, 24 orang di RSOP, delapan orang di RS Geriatri, dan satu orang di RSUD Banyumas. Sebagian korban mengalami patah tulang dan luka akibat terjatuh saat tribun roboh.
3. Kejurnas Drift dihentikan, EO diminta bertanggung jawab

Menyusul insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas menghentikan seluruh rangkaian Kejurnas Drift Seri ke-3 hingga proses penanganan korban dan penyelidikan selesai dilakukan.
Sadewo menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah pemulihan korban. Ia juga meminta event organizer (EO) dan panitia bertanggung jawab penuh, termasuk menanggung seluruh biaya penanganan medis korban.
"Kami berkoordinasi dengan penyelenggara agar seluruh penanganan medis korban dapat ditanggung hingga tuntas. Keselamatan korban menjadi prioritas utama," tegasnya.




















