Project Manager Projek-D Vol.5, Data Pratama menunjukkan Line up penampil Projek D Vol.5. (IDN Times/Larasati Rey)
Di balik deretan nama besar yang tampil, Projek-D juga konsisten memberi ruang bagi musisi baru melalui program Cekson. Program pencarian bakat tersebut kembali digelar sebagai rangkaian menuju festival utama.
Cekson menjadi wadah bagi talenta musik orisinal asal Jawa Tengah untuk menunjukkan karya mereka di hadapan publik yang lebih luas.
Keberhasilan program ini sudah terbukti pada penyelenggaraan sebelumnya. Band Malu2x yang keluar sebagai juara Cekson berhasil tampil di panggung Projek-D Vol.4 dan memperoleh eksposur lebih luas.
Tahun ini, pemenang Cekson kembali akan mendapatkan kesempatan tampil di Projek-D Vol.5. Tidak hanya itu, mereka juga akan berkolaborasi menghadirkan merchandise edisi spesial bersama Projek-D.
Komitmen tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Projek-D bukan hanya diukur dari besarnya festival atau ramainya penonton. Lebih dari itu, festival ini terus berupaya menjadi bagian dari pertumbuhan industri musik, khususnya di Jawa Tengah.
Seiring usianya yang memasuki tahun kelima, Projek-D kini bukan sekadar festival tahunan. Ia telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan musisi, komunitas, dan penikmat musik dalam satu perayaan besar yang terus tumbuh bersama perkembangan skena musik Indonesia.
Band rock asal Solo, Mess In Balance atau MIB mendapat pengalaman tak terduga setelah dinyatakan lolos dalam program Check Sound Projek D. Kesempatan tersebut menjadi momen spesial bagi lima personel MIB untuk tampil di festival musik berskala besar.
Manager Mess In Balance, Dwi Julian Purwanto, mengatakan dirinya sempat tidak menyangka MIB bisa lolos program tersebut. Pasalnya, formulir submit justru dikirim oleh sang drummer, Ilan, tanpa sepengetahuannya sebagai manager.
“Awalnya kami tidak menyangka kalau memang kami lolos program submit dari Projek D. Saya sebagai manager juga tidak submit, yang submit drummer kami, Ilan,” kata Dwi.
Kabar kelolosan tersebut kemudian disampaikan tim Projek D kepada Mess In Balance. Dwi mengaku terkejut sekaligus senang karena kesempatan itu datang setelah perjalanan mereka merilis sejumlah karya musik.
“Setelah kami dapat pesan dari tim Projek D bahwa kami lolos, jujur kaget dan senang juga. Setelah kami merilis banyak lagu, akhirnya kesampaian juga main di event festival yang besar,” ujarnya.
Mess In Balance terbentuk pada akhir 2023 dan kini beranggotakan lima personel, yakni Haszan sebagai vokalis, Dito dan Darmo pada gitar, Sayid pada bass, serta Ilan sebagai drummer.
Mengusung karakter rock 70-an, Mess In Balance telah memiliki cukup banyak materi untuk dibawakan. Hingga kini, mereka telah merilis satu album berisi delapan lagu, satu maxi single dengan dua lagu, serta satu single. Total terdapat sekitar 11 lagu yang telah dirilis.
Dalam penampilan di Projek D, Mess In Balance berencana membawakan sekitar 9-10 lagu. Dua lagu yang dipastikan menjadi andalan mereka adalah “23” dan “She’s Rock n Roll”.
“Kurang lebih kami akan membawa 9-10 lagu besok di Projek D, dan yang pasti menjadi andalan ‘23’ dan ‘She’s Rock n Roll’,” kata Dwi.
Setelah tampil di Projek D, Mess In Balance juga tidak ingin berhenti di panggung festival. Mereka tengah mempersiapkan tur album yang dirilis pada November tahun lalu.
Dwi mengatakan tur tersebut direncanakan mulai September mendatang sebagai bagian dari target Mess In Balance untuk menuntaskan rangkaian promosi album mereka.
“Target ke depan adalah kami menuntaskan tour album yang dirilis November tahun lalu, yang rencananya dimulai September setelah Projek D,” ujarnya.
Projek-D Vol.5 akan kebali digelar di De Tjolomadoe pada 5 September 2026. Dengan harga tiket mulai 150ribu rupiah.