Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Instan Hilangkan Rasa Pedas Gila di Lidah Tanpa Minum Bergelas-gelas, Pakai Ini!
ilustrasi kepedasan (freepik.com/jcomp)
  • Air putih dingin bergelas-gelas bukanlah solusi tepat saat kepedasan karena capsaicin bersifat berbasis minyak dan tidak larut dalam air.

  • Kasein pada susu sapi serta sifat menyerap dari gula dan nasi terbukti ilmiah memecah ikatan pedas di lidah secara efektif.

  • Mengetahui bahan dapur yang tepat bisa meredakan sensasi lidah terbakar secara instan tanpa membuat perut terasa kembung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau lidah kepedasan, minum air putih banyak-banyak bisa bikin pedas menyebar. Cabai punya minyak pedas yang tidak hilang dengan air. Susu sapi dingin bisa membantu karena ada kasein. Gula, madu, nasi, roti, jeruk nipis, lemon, atau sedikit garam juga bisa membantu lidah terasa lebih enak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah tidak, saat sedang menikmati ayam geprek level tinggi atau seblak super pedas, tiba-tiba lidah terasa seperti terbakar hebat? Refleks pertama yang sering dilakukan biasanya langsung menyambar segelas air putih dingin dan meminumnya bergelas-gelas. Sayangnya, bukannya mereda, rasa panas di mulut justru makin menyebar dan perut terasa kembung.

Tenang, kamu tidak sendirian. Ternyata ada penjelasan ilmiah mengapa air putih bukanlah pertolongan pertama yang tepat saat kepedasan. Capsaicin—zat pemicu pedas pada cabai—bersifat minyak yang tidak bisa larut dalam air. Menyiramnya dengan air malah membuat minyak pedas makin merata ke seluruh rongga mulut.

Lalu, apa solusinya? Simak 5 bahan dapur sederhana berikut yang ampuh menetralkan rasa pedas gila di lidah secara instan!

1. Susu Sapi Dingin: Penawar Pedas Paling Ampuh

ilustrasi minum susu sapi (unsplash.com/The Humble Co)

Bisa dibilang, susu sapi adalah pahlawan utama saat lidah terasa terbakar. Hal ini disebabkan oleh kandungan protein khusus bernama kasein di dalamnya. Kasein bekerja mirip seperti sabun yang memecah ikatan minyak capsaicin pada reseptor lidah, lalu meluruhkannya dalam waktu singkat.

Trik pakainya sangat mudah. Tuang satu teguk susu sapi dingin, lalu kemam dan kumur perlahan (swish) di dalam rongga mulut selama beberapa detik. Biarkan kasein melapisi seluruh permukaan lidah sebelum kamu menelannya. Perlu diingat, susu nabati seperti susu kedelai atau almond tidak memiliki efek sekuat susu sapi karena tidak mengandung kasein.

2. Gula Pasir atau Madu: Pengecoh Otak dengan Rasa Manis

Potret satu sendok gula pasir (unsplash.com/tinkerman)

Jika stok susu sedang kosong di kulkas, cermati isi lemari dapurmu. Gula pasir atau madu bisa menjadi penyelamat instan. Tekstur kristal gula maupun kekentalan madu sangat efektif dalam menyerap molekul minyak capsaicin. Selain itu, rasa manis yang dominan akan mengirimkan sinyal rasa baru ke otak, sehingga fokus otak teralihkan dari rasa panas.

Kamu cukup mengambil setengah sendok teh gula pasir atau madu, lalu letakkan tepat di atas permukaan lidah. Biarkan bahan tersebut mencair dan hisap secara perlahan selama 30 detik sebelum ditelan. Sensasi terbakar di lidah pun akan mereda dengan cepat.

3. Nasi Putih atau Roti Tawar: Spons Penyerap Minyak Cabai

ilustrasi nasi putih (pexels.com/makafood)

Bahan makanan berkarbohidrat kering seperti nasi putih, roti tawar, atau krakers berfungsi sebagai penghalang fisik sekaligus spons penyerap. Teksturnya yang padat dan sedikit kasar membantu mengikis molekul pedas yang menempel erat pada permukaan jaringan lidah.

Caranya, ambil satu gumpalan kecil nasi putih hangat atau secuil roti tawar, lalu kunyah perlahan di area lidah yang terasa paling menyengat. Menyerap minyak cabai dengan karbohidrat jauh lebih efektif dibandingkan menyiramnya dengan air.

4. Perasan Jeruk Nipis atau Lemon: Penetralkan Sifat Alkalin

Menambahkan perasan jeruk nipis (theladders.com)

Mungkin terdengar ekstrem meneteskan bahan asam saat mulut sedang kepedasan, namun langkah ini sangat masuk akal secara kimia. Senyawa capsaicin memiliki sifat kimia basa (alkalin). Karena itu, keasaman yang kuat dari jeruk nipis atau lemon mampu menetralkan tingkat pH dan memotong sensasi panas seketika.

Untuk mempraktikkannya, kamu bisa mengisap sepotong jeruk nipis atau lemon segar. Opsi lainnya, teguk satu sendok teh perasan air jeruk pekat tanpa campuran air tambahan agar konsentrasi asamnya tetap maksimal.

5. Colekan Garam Dapur: Pemicu Air Liur Alami

ilustrasi garam dapur (pexels.com/Maria Petersson)

Solusi cepat terakhir yang selalu tersedia di dapur adalah garam dapur. Rasa asin dari garam bekerja cepat menstimulasi produksi air liur secara melimpah dalam hitungan detik. Aliran air liur pekat inilah yang nantinya membilas sisa-sisa minyak capsaicin yang melekat di rongga mulut.

Cukup tutulkan sedikit garam dapur di atas atau di bawah permukaan lidah. Biarkan garam memicu keluarnya air liur secara alami untuk membersihkan rasa pedas menyiksa tersebut.

Pertolongan Pertama saat Kepedasan

ilustrasi makan pedas (pexels.com/mali)

Menangani lidah kepedasan ternyata ada trik ilmiahnya. Meminum air putih dingin bergelas-gelas justru membuat minyak capsaicin menyebar luas ke seluruh rongga mulut. Jadi, saat menyantap kuliner pedas favorit berikutnya, pastikan kamu sudah menyiapkan susu sapi, gula pasir, atau nasi hangat sebagai pertolongan pertama!

Bahan dapur mana nih yang paling sering kamu pakai saat kepedasan? Atau kamu punya trik rahasia lain yang belum masuk di daftar ini? Tulis pengalaman kamu di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini ke teman-teman sesama pencinta pedas!

Curated For You

Editorial Team

Related Article