Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Kekerasan Seksual, Sekolah Rakyat Jateng Perlu Diawasi Ketat
Seorang guru memeriksa kondisi ruang kamar di Asrama Sekolah Rakyat Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Sekolah Rakyat di Jawa Tengah dinilai berhasil meningkatkan derajat anak-anak dari keluarga miskin melalui sistem boarding yang juga mencukupi kebutuhan gizi mereka.
  • Dinas Sosial Jateng dan pendamping PKH diapresiasi karena proaktif menjangkau warga miskin menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional meski datanya belum sempurna.
  • Ketua Komisi E DPRD Jateng menekankan pentingnya pengawasan ketat di Sekolah Rakyat untuk mencegah potensi kekerasan seksual dan menjaga keamanan siswa dalam sistem boarding.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah dianggap telah mampu menaikan derajat anak-anak dari kalangan warga miskin. Sebab, banyak anak yang bisa melanjutkan pendidikan melalui sistem boarding Sekolah Rakyat dari jenjang SD hingga SMA. 

1. Sudah ada titik keberhasilan di Sekolah Rakyat

Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Messy Widiastuti. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Messy Widiastuti mengungkapkan dengan sistem boarding yang sudah berjalan saat ini, Sekolah Rakyat mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi anak-anak dari warga miskin. 

"Gizinya sudah bagus. Ini artinya penanganan Sekolah Rakyat sudah baik di Jawa Tengah. Apalagi nanti kan ada puluhan Sekolah Rakyat yang akan dipindahkan ke lokasi yang baru. Jadi sudah ada titik keberhasilan dari program ini," kata Messy, Senin (13/7/2026). 

2. Pendamping PKH proaktif lakukan penjangkauan

Seorang guru membetulkan papan informasi yang tertera di blok asrama putri Sekolah Rakyat Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pihaknya juga mengapresiasi langkah gesit dari Dinsos Jateng dan para pendamping PKH yang bisa melakukan penjangkauan terhadap warga miskin kategori desil 1-5.

Dengan menggunakan basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), penjangkauan terhadap warga miskin terlihat nyata bisa dilakukan menyeluruh. 

"Dinsos memang proaktif (melakukan penjangkauan) termasuk dengan para petugas pendamping PKH. Walaupun data SEN belum sempurna tapi dengan patokan itu bisa membantu. Ini jelas sangat bantu warga yang miskin ekstrem," akunya. 

3. Perlu perketat pengawasan pada Sekolah Rakyat

Kondisi pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Messy menilai penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah sejauh ini berjalan baik dan masih sangat layak untuk terus dikembangkan. Secara umum, pelaksanaan program tersebut dinilai telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Ia menambahkan, fokus pengembangan ke depan bukan lagi memperluas jangkauan layanan, melainkan meningkatkan kualitas pembinaan, keamanan, dan interaksi sosial antar siswa.

Meski begitu, ia mengingatkan tiap Pemda guna memperketat pengawasan terhadap keamanan para siswa Sekolah Rakyat. Hal ini karena sistem boarding di Sekolah Rakyat rentan menimbulkan gesekan perilaku yang mengarah pada hal-hal negatif. 

Ia menegaskan perlunya pengawasan yang perlu ditingkatkan supaya para siswa-siswi Sekolah Rakyat nyaman dan aman belajar saban hari. 

"Secara keseluruhan (Sekolah Rakyat) masih bagus. Cuman harus ada peningkatan pengawasan bagi siswa laki-laki dan perempuan agar tidak jadi hal-hal tidak diinginkan. Apalagi selama ini banyak muncul kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren, nah ini bisa jadi alarm untuk sekolah yang melaksanakan sistem boarding. Kita harus lebih perhatian dan memperketat pengawasan," paparnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article