Sekolah Rakyat Wonosobo Pakai Lahan Eks Kebun Teh Seluas 5,1 Hektare

Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Banjaran Kabupaten Wonosobo dilakukan percepatan dengan melibatkan 1.167 tenaga kerja. Aktivitas pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi tersebut dikerjakan pihak kontraktor dari WIKA-WG-APIK KSO.
Menteri Pekerjaan Umum (MenPU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo di Desa Candiyasan Kelurahan Banjaran dengan melihat langsung kegiatan pembangunan gedung di sejumlah zona untuk SD, SMP dan SMA.
Dody mengatakan persoalan lahan yang terjadi pada Sekolah Rakyat Wonosobo saat ini sudah diselesaikan. Sebelumnya diakuinya muncul sepertiga lahan Sekolah Rakyat Wonosobo yang mengalami hambatan.
"Sekarang sudah beres semua. Yang (masalah) akhirnya akan mengganggu proses desain dan pekerjaan seterusnya, itu sudah selsaai. Sekarang masalah beton kita minta bantuan teman-teman sumber daya air," kata Dody di lokasi Sekolah Rakyat Wonosobo, Jumat (15/6/2026).
Untuk menyelesaikan betonisasi, katanya pihaknya meminta bantuan Waskita Karya untuk terlibat langsung di lokasi proyek Sekolah Rakyat Wonosobo.
Ia berharap adanya bantuan dari Waskita, maka Sekolah Rakyat Wonosobo bisa diselesaikan untuk tahun ajaran baru 2026/2027.
"Kita support beton dari Waskita, semua sudah sinergi untuk kerja bareng di proyek strategis ini," tuturnya.
Sekolah Rakyat Wonosobo punya 28 gedung
Fedik Y Hutahaean, Site Operation Manager (SOM) Sekolah Rakyat Wonosobo menyampaikan Sekolah Rakyat Wonosobo memiliki desain yang indah karena berada di atas lahan bekas perkebunan teh.
Total luasan lahan Sekolah Rakyat Wonosobo mencapai 5,1 hektare yang terbagi sejumlah zonasi pembangunan.
"Disini tanah bekas perkebunan teh, jadinya (tanahnya) stabil. Nanti konturnya terasering. Kalau dilihat dari plann desainnya, ini kalau sudah jadi pasti bagus banget," ungkapnya.
Progres pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat Wonosobo, menurutnya juta sudah kisaran 40,67 persen. Setiap pekerjaan per minggu tahapannya 8-10 persen.
Jumlah tenaga kerja proyek Sekolah Rakyat Wonosobo sebanyak 1.167 orang. "Pekerjaan kita saat ini (garap) arsitektur, struktur MEP, hidron kawasan dan saluran. Untuk percepatan, kami ada 12 eksavator, empat alat kontripton dan alat-alat lainnya. Kita tambah pekerjaan sift malam untuk pengecoran," jelasnya.
Dengan melihat tantangan cuaca di Wonosobo yang bersuhu dingin dan lebab, maka pihaknya menggunakan connector plate untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat.
Tercatat pihaknya menargetkan bisa membangun 28 gedung di lokasi Sekolah Rakyat Wonosobo. Yang terdiri gedung SD, SMP dan SMA yang dilengkapi asrama putra putri, kantin, tempat pengolahan dapur, rusun guru I dan II. Serta lapangan basket, mini soccer, gedung serba guna, gedung ibadah dan guest house. "Kami optimis sesuai target. Juni kami targetkan rampung untuk semua zonasi," tandasnya.



















