Pembangunan Sekolah Rakyat Wlahar Brebes Ditarget Kelar Juni 2026

- Pembangunan Sekolah Rakyat Desa Wlahar Brebes dikebut oleh KemenPU dan ditargetkan rampung Juni 2026 sebagai bagian program prioritas peningkatan kualitas SDM melalui fasilitas pendidikan modern.
- Proyek senilai Rp244,69 miliar ini mencakup kawasan pendidikan terpadu seluas 27.372 meter persegi dengan fasilitas SD hingga SMA, asrama, rusun guru, masjid, kantin, serta sarana olahraga.
- Akses logistik diperkuat lewat pembangunan jembatan bailey sepanjang 90 meter yang hampir rampung untuk memperlancar distribusi material dan mobilisasi alat berat menuju lokasi proyek.
Semarang, IDN Times - Pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat Desa Wlahar di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes saat ini sedang dikebut. Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) menyatakan Sekolah Rakyat di Desa Wlahar dikerjakan kontraktor pelaksana KSO WIKA–WEGE–APIK yang didukung manajemen konstruksi oleh ARSS Baru KSO PT Intimulya Multikencana.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.
"Pembangunan semua Sekolah Rakyat Tahap II ini harus dipastikan bisa selesai seluruhnya pada Juni, sebelum tahun ajaran baru pada Juli,” ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (14/6/2026).
1. Nilai kontrak Sekolah Rakyat Wlahar Brebes Rp244,69 miliar

Dengan dibangun Sekolah Rakyat di Desa Wlahar merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan melalui penyediaan infrastruktur pendidikan terpadu.q.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes, katanya dilaksanakan dengan dukungan APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak Rp244,69 miliar.
2. Sekolah Rakyat Wlahar dilengkapi gedung SD-SMA

Lebih jauh lagi, pembangunan Sekolah Rakyat Wlahar meliputi pembuatan kawasan pendidikan terpadu dengan total luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi.
Pihaknya merinci di Sekolah Rakyat Wlahar terdapat fasilitas pendidikan dan penunjang antara lain gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid, ruang serbaguna, hingga sarana olahraga dan infrastruktur kawasan.
Pada tahap awal pelaksanaan, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan, antara lain kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi serta keterbatasan akses distribusi material menuju lokasi proyek.
Sebagai langkah percepatan, pihaknya bersama para pemangku kepentingan melakukan penyesuaian metode konstruksi dengan mengadopsi struktur baja pada sebagian bangunan.
Strategi ini dinilai mampu memangkas durasi pekerjaan secara signifikan dari sekitar 180 hari menjadi sekitar 48 hari untuk pekerjaan struktur.
Upaya percepatan juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas alat angkat dan mobilisasi material, serta penambahan jumlah tenaga kerja dan penerapan sistem kerja dua shift untuk mengejar target penyelesaian.
3. Pemasangan jembatan bailey hampir rampung

Selain itu, pembangunan akses logistik melalui jembatan bailey terus dipercepat guna mendukung kelancaran distribusi material ke lokasi proyek.
Untuk pembuatan jembatan bailey, pihaknya sudah merampungkan pemasangan konstruksi sepanjang 90 meter. Rampungnya Jembatan Bailey membuat akses mobilisasi material konstruksi dan alat berat menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat menjadi lebih lancar.
Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah DIY dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Prasarana Strategis.
“Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk kolaborasi antar unit organisasi, di antaranya untuk mengatasi keterbatasan akses dalam mobilisasi material pembangunan,” terangnya.
Secara teknis, jembatan bailey yang dipasang memiliki panjang 90 meter, lebar 4 meter, dan kapasitas beban hingga 25 ton. Infrastruktur ini bersifat sementara, namun dirancang untuk mendukung mobilitas kendaraan serta material selama proses pembangunan berlangsung.
Jembatan tersebut akan mendukung mobilisasi material konstruksi dan alat berat menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk mobilisasi lebih dari 2.000 ton struktur rangka baja serta lalu lintas truk mixer untuk pekerjaan pengecoran selama proses konstruksi berlangsung.



















