Kudus, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dan TP PKK Kabupaten Kudus meluncurkan peta digital penjemputan (pick-up point) sampah organik sekaligus memberikan penghargaan Lomba Keluarga Apik dan Resik (Asik) di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (9/6/2026). Langkah kolaboratif yang bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup 2026 itu diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengubah perilaku masyarakat dalam memilah limbah domestik sejak dari sumbernya di kabupaten seluas 42.515 hektare (ha) itu.
Peta Digital Kudus Asik: Cara Baru Warga Buang Sampah Organik, Ini Fiturnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, TP PKK Kabupaten Kudus, dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) meluncurkan peta digital penjemputan sampah sekaligus memberikan apresiasi Lomba Keluarga Asik pada Selasa (9/6/2026).
Peta digital Kudus Asik memuat 575 mitra penjemputan limbah organik dengan target perluasan hingga 1.000 titik agar pengelolaan lingkungan dari level rumah tangga lebih terintegrasi.
Program ini telah terbukti sukses menekan volume limbah di Kabupaten Kudus, dengan pencapaian pengolahan hingga 50 ton sampah organik per hari melalui operasional 10 armada penjemput.
Ubah Kebiasaan dari Rumah Tangga

Pengelolaan sampah terpadu dinilai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan butuh partisipasi aktif warga. Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris mengatakan, edukasi masif terus digalakkan agar rumah tangga tidak lagi membuang sampah campur yang memicu penumpukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
"Kudus Asik adalah kekuatan kita bersama untuk mengajak masyarakat membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi kebersihan lingkungan," katanya.
Senada dengan hal itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam'ani Intakoris, menyoroti peran sentral para ibu dalam inisiatif tersebut.
"Persoalan sampah membutuhkan kerja sama semua pihak. Melalui kader PKK, kami terus mendorong keluarga dan rumah tangga untuk membiasakan memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana yang memberikan dampak besar," ujarnya.
Peta Digital dan Target 1.000 Mitra

Untuk mempermudah partisipasi warga, BLDF meluncurkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang bisa diakses melalui laman www.kudusasik.id. Sistem tersebut memungkinkan masyarakat melacak lokasi pengumpulan sampah terdekat dan memonitor data transparansi pembuangan secara langsung.
"Melalui Kudus Asik, kami ingin membangun ekosistem pengelolaan sampah organik yang melibatkan masyarakat secara langsung dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas dampaknya. Saat ini, telah terdapat 575 mitra yang terlibat dan jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 1.000 mitra," ungkap Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara.
Deputy Manager Program BLDF, Redi Joko Prasetyo menambahkan, dukungan infrastruktur telah disiapkan secara matang.
"Saat ini kami sudah memproses sekitar 50 ton per hari. Terdapat 10 armada yang beroperasi pada pukul 07.00–15.00 WIB dengan kapasitas 70 hingga 120 tong sampah per hari, menjangkau lokasi hingga 27 kilometer untuk diproses di Pusat Pengelolaan Sampah Organik (PPO) Djarum," jelasnya.
Menariknya, platform pelacakan itu dibangun berbasis web launcher alih-alih aplikasi mandiri (app-based). Pemilihan format itu didasari oleh kebiasaan audiens digital (warga) di Kudus.
"Jadi kita membuat fasilitas peta digital ini supaya masyarakat itu lebih mengetahui, karena selama ini masyarakat enggak tahu titik-titiknya itu di mana saja, khususnya yang ada di desa. Hasil riset kita, kalau format apps ini susah untuk masyarakat men-download ulang lagi. Jadi bentuknya akan masuk ke web tapi lebih responsif di handphone, supaya user experience-nya lebih lancar," tambah Program Officer BLDF, Dandy Mahendra.
Apresiasi Pahlawan Lingkungan Desa

Peluncuran peta tersebut merupakan puncak dari rangkaian edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan yang dimulai sejak Desember 2025 untuk 150 kader PKK se-Kabupaten Kudus. Tingginya antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan 56 peserta lintas elemen dalam Lomba Keluarga Asik. Sebanyak 16 kelompok ditetapkan sebagai pemenang untuk kategori Rintisan Baru dan Eksisting usai proses verifikasi lapangan.
Inisiatif memilah sampah itu menuntut komitmen kuat dari para pemimpin wilayah. Kepala Desa Sidorekso, Arifin, yang wilayahnya meraih Juara I TPS 3R membagikan pengalamannya menegakkan aturan tegas.
"Merubah kebiasaan itu harus dipaksa. Di TPS 3R kami beri aturan, bagi warga yang ingin sampahnya dikelola, wajib dipilah menjadi dua (organik dan anorganik). Jika tidak, tidak akan diangkut," ungkapnya merujuk pada keberhasilan desanya membiasakan warganya memilah sampah.
Langkah selanjutnya, untuk memastikan inisiatif itu tidak berhenti sebatas seremoni, Plt Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, memastikan pendampingan akan terus berlanjut dari skala RT/RW hingga merata ke tingkat desa. Ke depannya, program itu juga akan diintegrasikan dengan pengelolaan sampah anorganik yang dihubungkan ke fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) milik pemerintah daerah, sehingga seluruh elemen limbah dapat memiliki nilai ekonomi (ekonomi sirkular) dan mewujudkan misi zero waste di wilayah Kudus.
Daftar Pemenang Lomba Keluarga Asik 2026

Pada kategori Rintisan Baru, Pondok Jati, Jati Wetan meraih juara umum. Kemudian, Bank Sampah Sumber Makmur Kelurahan Sunggingan menjadi juara favorit.
Juara I diraih RW 03 Desa Jati Kulon, juara II PKK Lily RT 05 RW 01 Desa Megawon, dan juara III PKK Desa Wates RT 01 RW 03. Untuk juara harapan I hingga III masing-masing diberikan kepada Bumi Wangi Jekulo, warga Desa Ngembalrejo RT 09 RW 01, serta Komunitas Bebas Sampah Desa Japan.
Sementara di kategori Eksisting, Gerbang Harapan Maju Desa Gondangmanis berhasil meraih juara umum dan Bank Sampah Muria Berseri Desa Gondangmanis memperoleh juara favorit.
Juara I diraih TPS3R Desa Sidorekso, juara II Bank Sampah SinCan Desa Singocandi, dan juara III Proklim Jekso Beriman Kelurahan Kajeksan.
Lalu, juara harapan I hingga III, diberikan kepada Sedekah Sampah Graha Sakinah Desa Karangampel, RT 02 RW 06 Desa Jati Kulon, serta RT 03 RW 04 Desa Megawon.


















