Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Penjual Tempe di Grobogan Tunggu 11 Tahun Agar Bisa Berangkat Ibadah Haji
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memeluk seorang calon jemaah haji yang terharu saat menceritakan kisah perjuangannya. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Boyolali, IDN Times - Tahun ini menjadi momentum yang tak terlupakan bagi Untung Suratno. Niatnya untuk berangkat ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, akhirnya terwujud. 

Untung menjadi satu dari sekian banyak calon jemaah haji (calhaj) yang dipastikan berangkat ke Tanah Suci Makkah dari kelompok terbang (kloter) Grobogan. 

1. Untung giat menabung biar bisa berangkat haji

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan seorang calhaj lansia yang menunggu jadwal keberangkatan di Asrama Haji Donohudan Boyolali. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Untung berasal dari Kecamatan Gubug. Ketika tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Untung berkata dirinya saban hari bekerja sebagai penjual tempe. Tempe yang ia jual biasanya dibungkus memakai daun. 

“Saya seorang penjual tempe yang bungkusnya masih pakai daun. Menunggu 11 tahun (untuk bisa berangkat haji). Saya menabung setiap hari dari menjual tempe, kalau ada lebih ya ditambah ke tabungan,” ujar Untung saat berbincang dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Selasa (23/5/2023). 

2. Istrinya sudah berangkat ibadah haji tahun 2020

Para calhaj saat bersalaman dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Asrama Haji Donohudan Boyolali. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Untung juga bilang kalau dirinya sejak bertahun-tahun lamanya berniat menabung supaya bisa berangkat haji bersama istri tercintanya. 

Di tengah pandemik COVID-19 yang melanda Indonesia, Untung mengaku sempat tertunda berangkat haji. Tetapi sang istri berhasil berangkat haji duluan tahun 2020 silam.

"Istri sudah berangkat lebih dulu karena saya terbentur Corona sehingga menunggu tiga tahun," ujarnya.

3. Calhaj yang berangkat haji dengan masa tunggu 11-12 tahun

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menyapa para calhaj yang berada di Asrama Haji Donohudan Boyolali. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memuji tekad Untung yang rajin menyisihkan uang agar bisa naik haji. 

Selain Untung, rata-rata yang diajak berdialog dengan Ganjar ada yang menabung sebulan Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Tapi ada juga yang menjual sawah atau lainnya untuk menutup biaya haji. 

Kebanyakan calhaj yang berangkat tahun ini adalah yang mendaftar sekitar 11-12 tahun lalu.

"Mereka tadi saya ajak dialog dan ada yang mengharukan ya, ada yang penjual tempe loh yang tiap hari menabung, lalu ada kelebihan dikit tambah lagi atau barangkali ada yang saking semangatnya sawah dijual. Jadi betapa niatnya mereka, tulusnya mereka untuk beribadah," ungkapnya. 

4. Ganjar berharap kuota haji bisa ditambah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak bicara seorang calhaj perempuan yang duduk di kursi roda. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Ia berharap ibadah haji yang sudah ditunggu-tunggu itu berjalan lancar sehingga menjadi haji mabrur dan selamat sampai pulang ke rumah nanti. Ia juga berharap kuota ibadah haji bisa terus bertambah sehingga lebih banyak yang bisa berangkat.

"Semuanya dikasih kesempatan karena bikin hari makin panjang antreannya. Jadi kesempatannya musti diatur. Syukur-syukur nanti kuotanya bisa bertambah," ujar Ganjar.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada para calhaj supaya menjaga kesehatan selama perjalanan ke Tanah Suci Makkah sampai pulang ke rumah masing-masing.

"Terus komunikasi dengan pendamping. Kalau ada yang tidak tahu ditanya karena sebagian besar tadi belum pernah ke sana ya. Kalau yang sudah ya saya kira tidak terlalu sulit, tapi yang belum ya sering-sering bertanya. Biasanya yang terjadi sering kehilangan, tidak tahu hotelnya , nggak tahu transportasi yang mau dipakai mana gitu ya," kata Ganjar.

Editorial Team

Related Article