Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyatakan terdapat sejumlah komoditas pangan yang memengaruhi pergerakan angka kemiskinan di 35 kabupaten/kota. Bahkan keberadaan komoditas pangan ini jadi penyumbang terbesar garis kemiskinan.
Di area perkotaan, komoditas yang memberikan kontribusi terbesar antara lain beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, roti, kue basah, tempe, mi instan, bawang merah, dan gula pasir.
Sementara itu, komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar adalah perumahan.
Adapun di perdesaan, selain beras dan rokok kretek dan rokok filter, komoditas lain yang memberi kontribusi besar terhadap garis kemiskinan yaitu telur ayam ras, daging ayam ras, kopi bubuk dan kopi instan, bawang merah, tempe, roti, tahu, serta gula pasir.
"Berdasarkan garis kemiskinan tersebut, pada Maret 2026 terdapat sebanyak 3,29 juta penduduk miskin di Jawa Tengah. Dibandingkan September 2025 jumlah penduduk miskin turun 59.390 orang dan dibandingkan Maret 2025 turun 81.250 orang," ungkap Ali Said, Kepala BPS Jateng saat memaparkan pergerakan kemiskinan secara daring, Rabu (5/8/2026).
