Semarang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menekankan program spesialis dokter keliling (speling) tetap memprioritaskan pada gerakan deteksi kanker rahim, gejala gangguan jiwa dan tuberculosis (TBC).
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, mengatakan program Speling masih berjalan sesuai target dan akan terus diperkuat sepanjang 2026.
Fokus utama program tetap pada deteksi dini kanker mulut rahim, tuberkulosis, kesehatan jiwa, serta layanan bagi ibu hamil dan balita.
“Kami tidak berhenti di deteksi dini. Setelah ditemukan, akan ada tindak lanjut pengobatan dan pendampingan agar kesehatan masyarakat meningkat secara holistik,” katanya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (18/6/2026).
Dijelaskan, penanganan TBC dilakukan melalui program TOS atau Temukan, Obati, dan Selesaikan Pengobatan. Langkah tersebut dinilai penting karena Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia.
“Semakin cepat TBC dideteksi dan diobati, semakin cepat pula rantai penularannya bisa diputus. Speling sangat mendukung upaya itu karena terintegrasi dengan program Kementerian Kesehatan,” ujar Zul.
Khusus di Banjarnegara, pelayanan Speling dipusatkan melalui RSUD Dr Margono Soekarjo dengan melibatkan rumah sakit milik pemerintah daerah maupun swasta agar pelayanan kesehatan masyarakat lebih menyeluruh.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Amalka Desiana, mengatakan, program Speling sangat membantu daerahnya yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga dokter spesialis.
Saat ini, Banjarnegara hanya memiliki empat rumah sakit dengan jumlah dokter spesialis yang terbatas. Kehadiran Speling dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
“Kami fokus menangani TBC karena salah satu penyebab stunting pada anak berkaitan dengan TBC. Dengan bantuan alat radiologi portable dari RSUD Margono Soekarjo, kasus-kasus yang selama ini tersembunyi bisa lebih cepat ditemukan,” katanya.
