Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

970 Desa Dijangkau Speling, 88.979 Warga Jateng Dapat Layanan CKG

IMG_20250813_110728.jpg
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar mengecek layanan CKG dan Speling di Muladi Dome Undip Tembalang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya sih...
  • Speling menyasar pemeriksaan kesehatan umum dan penyakit tertentu
  • Speling telah mencapai 88.979 warga Jateng dengan layanan kesehatan
  • Speling terintegrasi dengan program CKG yang meliputi pengobatan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Sebanyak 970 desa wilayah Jawa Tengah telah memperoleh layanan dari dokter spesialis keliling (Speling). Program Speling belakangan juga melayani pemeriksaan kesehatan sacara umum,  juga pemeriksaan kesehatan untuk penyakit tertentu yang dilakukan oleh dokter spesialis. 

"Kegiatan Speling ini ada di 1.000 desa dan hari ini ada 970 desa sudah dilakukan layanan cek kesehatan gratis. Artinya buat warga yang mau sehat, mau sakit kita layani," kata Luthfi ketika mendampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin yang berkunjung di Puskesmas Pandanaran Semarang, Selasa (10/2/2026). 

1. Speling juga menyasar ke pemeriksaan kejiwaan

IMG_20251109_073335.jpg
Seorang ibu membawa anaknya saat periksa di layanan speling Pemprov Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Speling diluncurkan sebagai salah satu program prioritas Ahmad Luthfi Taj Yasin Maimoen pada Maret 2025. Sejak itu para dokter turun langsung ke desa-desa untuk memberikan layanan cek kesehatan dan konsultasi kesehatan sacara gratis. Target sasarannya ad 1.278 desa sasaran.

Dalam layanan Speling, pihaknya menekankan adanya pemeriksaan tuberkulosis (TBC), kanker serviks, termasuk pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) terhadap ibu hamil dan pemeriksaan gratis untuk penyandang disabilitas. 

Diluar itu, Speling juga menyasar pada pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis jiwa.

2. Speling jadi andalan Ahmad Luthfi untuk jangkau warga desa

IMG_20250813_111107.jpg
Sejumlah dokter spesialis saat melayani kegiatan Speling bagi mahasiswa baru Undip. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah per 9 Februari 2026, 88.979 warga telah tersentuh Speling. Terdiri dari 11.777 orang diberikan layanan ANC ibu hamil, 4.230 orang diperiksa kanker serviks, 24.997 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa, dan 39.031 orang dilayani pemeriksaan tuberkulosis, dan sisanya pemeriksaan terkait beberapa penyakit lain.

Dalam prakteknya, Speling juga diintegrasikan dengan CKG yang digagas oleh pemerintah pusat.

Selama 2025, sebanyak 13.789.318 orang warga Jateng yang melakukan memanfaatkan CKG. Sementara hingga 9 Februari 2026, sudah 1.045.924 orang yang terlayani program tersebut. 

Menurut Luthfi, masyarakat Jawa Tengah sudah memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya. 

"Program terkait dokter spesialis keliling itu yang menjadi andalan kita sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani dengan dokter spesialis. Untuk CKG, Jawa Tengah nomor 1 nasional," ungkapnya.

3. Speling juga terintegrasi dengan CKG

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers update PHTC Pembangunan RS  di Gedung Kemenkes.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers update PHTC Pembangunan RS di Gedung Kemenkes, Kamis (5/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa CKG merupakan program prioritas Prabowo Subianto yang sudah berjalan sepanjang tahun lalu.

Pada 2026 ini, CKG tidak hanya sekadar pengecekan kesehatan tetapi sudah meliputi pengobatan.

"Obatnya langsung diberikan setelah pemeriksaan. Penyakit seperti darah tinggi dan gula itu yang harus dijaga, jangan dianggap enteng, karena itu bisa menyerang ke organ lainnya termasuk jantung kalau dibiarkan. Itu penting untuk menjaga kita tetap sehat," ujar Budi. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Polemik PBI JK, Dinkes Jateng Imbau RS Gak Boleh Tolak Pasien

10 Feb 2026, 17:07 WIBNews