Disnak Keswan Jateng Sebut PMK Kembali Merebak, Akibat Obat Vaksin Habis

- Vaksin PMK habis pada 2024, mempengaruhi penularan penyakit kuku dan mulut (PMK) di Jawa Tengah.
- Perbedaan kasus penularan PMK tahun ini, hanya menular pada sapi pedaging karena banyaknya hewan tersebut yang dilalulintaskan dari Jawa Timur.
- Vaksin PMK kini diproduksi dari dalam negeri oleh Puspernas Surabaya untuk memenuhi kebutuhan pasokan obat vaksin secara kontinyu.
Semarang, IDN Times - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Jawa Tengah menyatakan masifnya penularan penyakit kuku dan mulut (PMK) dipengaruhi pengadaan obat vaksin bagi ternak yang terhenti selama 2024 kemarin.
1. Vaksin PMK habis tahun kemarin

Pelaksana Tugas Kepala Disnak Keswan Jateng, Ignasius Haryanta Nugraha menyampaikan untuk menanggulangi penularan PMK memang dibutuhkan pasokan obat vaksin yang selalu ada secara kontinyu.
Namun pada kenyataannya pihaknya menemukan fakta bahwa selama tahun kemarin obat vaksin PMK telah habis karena pemerintah pusat belum melakukan pengadaan kembali.
"Setahu kami penularan PMK yang sering terjadi di pasar-pasar hewan maupun kandang ternak milik kelompok ternak salah satunya disebabkan tahun kemarin vaksinnya sudah habis," kata Haryanta kepada IDN Times, Sabtu (18/1/2025).
2. Sapi pedaging rentan terinfeksi PMK

Haryanta juga berkata ada perbedaan mencolok pada kasus penularan PMK tahun ini.
Apabila pengalaman 2023 silam banyak sapi perah, sapi pedaging dan ternak-ternak lainnya terinfeksi PMK, maka untuk tahun ini pihaknya menemukan keluhan dari peternak jika PMK hanya menular pada sapi pedaging.
Penularan PMK pada sapi pedaging, katanya karena banyaknya hewan tersebut yang dilalulintaskan dari wilayah Jawa Timur.
"Yang aneh tahun-tahun sebelumnya sapi perah juga kena, tapi yang sekarang ini kan cuma sapi pedaging. Nyatanya hasil pemantauan kami karena sapi pedaging yang sering keluar masuk dilalulintaskan dari Jawa Timur. Terus banyak juga sapi yang bergejala PMK juga dijual di pasar hewan," akunya.
3. Vaksin PMK diproduksi puspernas

Terpisah, Kepala Tim Karantina Hewan Barantin Jateng, Pratiwi AW juga membenarkan adanya informasi yang menyebutkan vaksin PMK habis pada 2024 silam. Kendati begitu pihaknya kurang mengetahui apa yang menyebabkan vaksin PMK habis.
"Tapi untuk tahun ini vaksinya dibuatdari dalam negeri. Produksinya dari Puspernas yang ada di Surabaya," terangnya.


















