Menu makanan selalu disediakan untuk para tamu yang datang ke klinik hukum, bahkan bila ludes pun selalu pesan makanan dari luar hal itu dilakukan agar datang pulang kenyang. (IDN Times/Cokie Sutrisno)
Hal yang menarik dari kantor Djoko bukan hanya perkara yang datang silih berganti.
Kantor tersebut juga menjadi tempat bertemu berbagai kalangan. Jurnalis media siber maupun elektronik kerap berdiskusi dengan Djoko mengenai perkara dan berbagai persoalan masyarakat di Banyumas.
Namun, suasananya tidak selalu serius.
Orang yang datang terkadang melanjutkan pembicaraan dengan obrolan sehari-hari. Makanan juga tersedia bagi mereka yang bertandang.
Kebiasaan Djoko menyediakan makanan membuat kantor hukum itu terasa lebih cair. Orang tidak selalu datang sebagai klien dengan urusan formal. Sebagian datang untuk bertemu, berdiskusi atau sekadar berbincang.
Djoko sendiri merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dalam menjalankan aktivitasnya, ia dibantu sejumlah rekan advokat, di antaranya Wahidin, Eko Prihatin dan Ratna. Istrinya juga bekerja di bidang hukum sebagai notaris.
Dari ruang konsultasi hingga menjadi tempat masyarakat bertemu, Klinik Hukum PERADI SAI Purwokerto memperlihatkan sisi lain dari profesi advokat.
Di balik meja dan tumpukan dokumen, ada orang-orang yang datang membawa cerita. Bagi Djoko, cerita tersebut kemudian menjadi bagian dari pekerjaan untuk membantu mereka memahami persoalan hukum yang sedang dihadapi.