Eks Menaker sampai Danlanal Semarang Diusulkan Maju Pilkada Salatiga

Salatiga, IDN Times - Lama tak terdengar kiprahnya, nama mantan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri kini kembali mencuat. Hanif yang mantan aktivis PMII tersebut saat ini digadang-gadang mencalonkan diri dalam Pilkada Salatiga 2024.
Hal tersebut terungkap saat acara halal bihalal dan silaturahmi yang digelar para pengurus dan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kota Salatiga di Gedung Makutarama Minggu (5/6/2022).
1. Ketua NasDem dan Danlanal juga diusulkan maju Pilkada Salatiga

Ketua PCNU Kota Salatiga Zaenuri membenarkan bahwa nama Hanif Dhakiri disodorkan agar dapat ikut maju dalam Pilkada Salatiga.
"Kandidat yang potensial memang kita undang semua agar warga NU mengenal," akunya.
Menurutnya nama tokoh lainnya yang diusulkan maju Pilkada Salatiga ialah anggota DPR RI Lukman Jambi Hakim, pengusaha Hartoko Budhiono, Ketua DPD Nasdem Salatiga, Dandan Febri Herdiana, Danlanal Semarang Kolonel Hariyono serta Kades Ngrembes, Kabupaten Semarang, Nur Arifah.
Langkah ini, katanya demi memetakan tokoh-tokoh sebagai bakal calon yang akan didukung untuk Pilkada Salatiga tahun 2024.
2. PCNU Salatiga tegaskan para kandidat harus paham nilai Islam

Secara khusus, ia juga menekankan bahwa tokoh yang didukung oleh NU wajib memahami nilai Islam yakni ahlussunnah wal jamaah.
"Yang kita dorong adalah yang menjalankan paham Islam ahlussunnah wal jamaah, kalau tidak sesuai NU ya tidak didukung," terangnya.
3. NU dukung kader tulen

Meski begitu, ia menegaskan PCNU bukan dalam kapasitas sebagai tempat menjaring kandidat calon walikota dan wakil walikota. NU hanya sebatas menyodorkan nama untuk kemudian dibahas oleh partai politik.
"Tentu NU mendukung yang kader NU tulen. Sehingga bisa meneruskan pembangunan-pembangunan yang sudah dilakukan di Salatiga," bebernya.
4. Kader NU diminta dukung pembangunan

Dirinya mengaku sengaja mengadakan silaturahmi antar kader guna melihat respon dalam menghadapi Pilkada Salatiga. Ia menegaskan semua kader NU harus turut mendukung penuh program pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah.
Dengan bersilaturahmi, maka bisa menyolidkan kader penggerak NU yang telah menjalani pelatihan sekaligus meningkatkan semangat bagi para kader. "Termasuk juga kita menciptakan sinergi dengan pemerintah. Kader NU harus berpartisipasi dalam pembangunan," katanya.



















