Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Geger Dua Kubu Keraton Jelang Miyos Gamelan Sekaten 2026
Adu mulut jelang Miyos Gamelan Sekaten 2026. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Miyos Gamelan Sekaten 2026 di Masjid Agung Karaton Surakarta diwarnai adu mulut dan saling dorong antara pendukung dua kubu keraton; seorang Abdi Dalem Pejagen disebut dipukul.
  • Kubu PB XIV Purboyo mempersoalkan pengeluaran gamelan tanpa izin, sedangkan kubu PB XIV Hangabehi menyatakan seluruh rangkaian Sekaten telah diselenggarakan bersama Sinuhun dan instansi terkait.
  • Prosesi tetap menandai dimulainya Sekaten; Gamelan Kyai Guntur Madu akan dibunyikan di area Masjid Agung Solo selama tujuh hari, sementara kehadiran PB XIV Mangkubumi dibatalkan demi menghindari ketegangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekitar pukul 09.30 WIB

Rombongan Karaton Surakarta versi PB XIV Hangabehi mengeluarkan gamelan menuju Bangsal Pagongan sebagai awal Sekaten 2026. Pihak PB XIV Purboyo mempersoalkan pengambilan gamelan yang disebut tanpa izin.

Sekitar pukul 11.00 WIB

Ketegangan di pintu Bangsal Pagongan memanas menjadi adu mulut dan saling dorong. Seorang Abdi Dalem Pejagen disebut mengalami pemukulan, sementara rencana kehadiran PB XIV Mangkubumi dibatalkan.

selama tujuh hari kedepan

Gamelan Kyai Guntur Madu akan dibunyikan di area Masjid Agung Solo selama rangkaian Sekaten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tradisi Miyos Gamelan Sekaten 2026 diwarnai adu mulut, aksi saling dorong, dan laporan pemukulan terhadap seorang Abdi Dalem Pejagen, menjelang gamelan ditempatkan di Bangsal Pagongan.
  • Who?
    GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, BRM Yudistira, abdi dalem kubu PB XIV Hangabehi, rombongan PB XIV Purboyo, KPH Eddy Wirabhumi, serta seorang Abdi Dalem Pejagen terlibat atau berada di lokasi.
  • Where?
    Ketegangan terjadi di pintu masuk Bangsal Pagongan, kawasan Masjid Agung Karaton Surakarta, Surakarta.
  • When?
    Insiden berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Pengeluaran gamelan dari kompleks Karaton Surakarta Hadiningrat dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
  • Why?
    Kubu PB XIV Purboyo mempersoalkan pengeluaran gamelan yang disebut dilakukan tanpa izin Sinuhun PB XIV Purboyo. Kubu PB XIV Hangabehi menyatakan rangkaian Sekaten telah memperoleh izin bersama instansi terkait.
  • How?
    Rombongan kubu Hangabehi membawa gamelan ke Bangsal Pagongan. GKR Timoer berupaya masuk ke bangsal, namun ditahan abdi dalem; adu mulut dan saling dorong terjadi. KPH Eddy Wirabhumi turun tangan melerai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua kelompok keraton di Solo bertengkar saat gamelan Sekaten mau dibawa ke Masjid Agung. Mereka saling bicara keras dan saling dorong di pintu Bangsal Pagongan. GKR Timoer bilang gamelan diambil tanpa izin. Kubu Hangabehi bilang sudah ada izin. Sekarang gamelan tetap dibunyikan selama tujuh hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah perbedaan sikap, prosesi Miyos Gamelan tetap menandai dimulainya rangkaian Sekaten 2026. Gamelan Kyai Guntur Madu telah ditempatkan untuk dibunyikan selama tujuh hari di kawasan Masjid Agung, sementara upaya melerai kericuhan dan pembatalan kehadiran Sinuhun dilakukan guna mencegah situasi semakin memanas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SURAKARTA, IDN Times — Tradisi Miyos Gamelan Sekaten 2026 di kawasan Masjid Agung Karaton Surakarta diwarnai ketegangan antar pendukung dua kubu keraton, Rabu (19/8/2026). Adu mulut hingga aksi saling dorong terjadi menjelang gamelan Sekaten ditempatkan di Bangsal Pagongan.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani bersama sejumlah orang terlihat berusaha masuk ke Bangsal Pagongan, tempat gamelan Sekaten akan dibunyikan.

Situasi di pintu masuk bangsal kemudian memanas. Sejumlah orang terlibat adu mulut hingga saling dorong. BRM Yudistira juga terlihat berada di lokasi dan sempat berteriak serta bergerak ke arah Bangsal Pagongan.

Dalam insiden tersebut, seorang Abdi Dalem Pejagen yang berada di dalam bangsal disebut mengalami pemukulan.

1. GKR Timoer Persoalkan Pengeluaran Gamelan

Pengrawit Gamelan Guntur Madu di Sekaten Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Ketegangan dua kubu tersebut tak lepas dari perbedaan sikap mengenai pelaksanaan Miyos Gamelan Sekaten 2026.

Sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan Karaton Surakarta versi PB XIV Hangabehi mengeluarkan gamelan dari kompleks Karaton Surakarta Hadiningrat menuju Bangsal Pagongan di kawasan Masjid Agung.

Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Miyos Gamelan sekaligus penanda dimulainya tradisi Sekaten 2026.

Namun, pihak yang mewakili PB XIV Purboyo mempersoalkan prosesi tersebut. GKR Timoer menyebut pengambilan gamelan dilakukan tanpa seizin Sinuhun PB XIV Purboyo. GKR Timoer kemudian terlihat terlibat adu mulut dengan sejumlah pria berbaju batik dan berbaju yang berjaga di sekitar Masjid Agung. Ia sempat hendak masuk ke Bangsal Pagongan tempat Gamelan Kyai Guntur Madu dan para pengrawit memainkan gamelan. Usaha tersebut ditahan oleh para abdi dalem dari pihak PB XIV Hangabehi yang notabene lebih dulu mengeluarkan gamelan dan berada di lokasi.

“Yang jelas mengambil gamelan tanpa seizin Sinuhun (PB XIV Purboyo) itu aja,” kata GKR Timoer kepada awak media di kawasan Masjid Agung.

“Nggak usah, saya nggak mau ramai,” ujarnya singkat saat ditanya lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

2. Kubu Hangabehi Klaim Sudah Kantongi Izin

Adu mulut jelang Miyos Gamelan Sekaten 2026. (IDN Times/Larasati Rey)

Di sisi lain, kubu PB XIV Hangabehi menyatakan rangkaian Sekaten telah mendapatkan izin.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan seluruh rangkaian Sekaten diselenggarakan bersama Sinuhun PB XIV Mangkubumi atau Hangabehi serta instansi terkait.

“Lha kami seluruh rangkaian acara sekaten kita selenggarakan bersama-sama Sinuhun (PB XIV Mangkubumi) juga instansi terkait,” kata Eddy.

Eddy juga berada di lokasi saat kericuhan terjadi. Ia mengaku sempat turun tangan untuk melerai pihak-pihak yang terlibat.

Menurut Eddy, PB XIV Mangkubumi sebenarnya berencana hadir dalam rangkaian Miyos Gamelan tersebut. Namun, kehadiran tersebut akhirnya dibatalkan untuk menghindari situasi yang semakin memanas.

“Tadi Sinuhun mau hadir sebenarnya. Nanti cari waktu yang pas,” ujar Eddy.

3. Miyos Gamelan Sekaten Tetap Jadi Sorotan

Adik Sinuhun PB XIV Hangabehi, GRAY Putri. (IDN Times/Larasati Rey)

Kericuhan tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di tengah tradisi Miyos Gamelan Sekaten, salah satu rangkaian penting menjelang perayaan Sekaten di Karaton Surakarta.

Perbedaan sikap antara dua kubu yang mengatasnamakan PB XIV tersebut kembali terlihat secara terbuka di ruang publik. Ketegangan bahkan terjadi di Bangsal Pagongan, lokasi gamelan Sekaten akan dibunyikan.

Miyos Gamelan sendiri merupakan bagian penting dalam rangkaian Sekaten di Karaton Surakarta. Prosesi ini menandai keluarnya gamelan dari lingkungan keraton menuju Bangsal Pagongan di kawasan Masjid Agung.

Alih-alih berlangsung khidmat, prosesi Miyos Gamelan Sekaten 2026 kali ini justru diwarnai ketegangan dua kubu. Adu mulut dan aksi saling dorong pun terjadi di tengah perhatian masyarakat yang menyaksikan rangkaian tradisi tersebut.

Dikesempatan yang sama, adik Sinuhun PB XIV Hangabehi, GRAY Putri Purnaningrum, mengatakan acara Miyos Gamelan Sekaten ini menjadi awal dimulainya acara Sekaten di keraton Kasunanan Surakarat, selama tujuh hari kedepan gamelan akan dibunyinkan di area Masjid Agung Solo.

“Jadi selama tujuh hari kedepan Gamelan Kyai Guntur Madu akan dibunyikan selama sekaten, sebagai puncak acara,” jelasnya.

Editorial Team

Related Article