Semarang, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, menyambut baik dukungan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah yang menginisiasi kolaborasi dengan salah satu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Semarang.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui pembentukan koperasi berbasis ekonomi syariah yang diterapkan dalam KDKMP Tambakrejo, Kota Semarang.
"Saya berterima kasih kepada MES yang sudah menginisiasi berkolaborasi dengan salah satu koperasi merah putih yang ada di Kelurahan Kota Semarang," ujarnya, saat sambutan acara Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah, dengan tema "Optimalisasi Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Berbasis Syariah di Jawa Tengah Di MG Setos Semarang, Sabtu (9/6/2026).
Gus Yasin mengatakan, kolaborasi tersebut perlu dikembangkan. Bahkan bisa menjadi pilot project di Jawa Tengah. Mengingat, ada 8.000 lebih KPKMP yang sudah berdiri di Jawa Tengah.
"Saya berharap ini bukan hanya satu, nantinya bisa tumbuh koperasi Merah Putih yang berbasis syariah lain yang muncul," ujarnya.
Gus Yasin mendorong rintisan itu dilaksanakan pada tahun 2026. Sehingga dapat mewujudkan tema pembangunan Jawa Tengah di tahun 2027 yang fokus pada wisata dan ekonomi syariah.
Terpisah, Ketua MES Jateng Nyata Nugraha mengatakan, kolaborasi dengan KDKMP Tambakrejo Kota Semarang merupakan terobosan pertama di Jawa Tengah. Dia berharap hal itu bisa menjadi pilot project untuk 12 kepengurusan MES yang ada di kabupaten/kota di Jateng.
Nyata mengatakan, MES Jateng berkomitmen untuk mendukung pembangunan di Jawa Tengah. Terlebih, tema pembangunan di Jateng pada tahun 2027, pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung kemajuan perekonomian daerah.
"MES Jawa Tengah siap untuk mendampingi, dan membantu program dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah terutama adalah menuju program di tahun 2027," ujarnya.
Sekretaris Jenderal MES Pusat Ari Permana yang juga hadir memberikan sambutan mengatakan, MES akan berada paling depan di Jawa Tengah untuk mendukung program pembangunan Jawa Tengah di tahun 2027.
"Kami di Jakarta sudah siap 100 persen untuk bisa memback up," ujarnya.
Gus Yasin juga menyempatkan menyapa dan mengunjungi produk UMKM yang menggelar lapak pameran di sekitar kegiatan berlangsung. Antara lain, tenun troso, fashion, dan kuliner, binaan dari MES Jateng.
