Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Pemkot Janji Evaluasi Animal Welfare
ilustrasi harimau putih (pexels.com/Lucas Pezeta)
  • Pemkot Semarang dan manajemen Semarang Zoo berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah untuk pemeriksaan medis, identifikasi penyebab kematian harimau putih, serta penyelesaian administrasi sesuai ketentuan.
  • Hasil pemeriksaan BKSDA dan dokter hewan menjadi acuan penanganan; Pemkot berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi melalui peningkatan pemantauan kesehatan, fasilitas, pengawasan, dan standar kesejahteraan satwa.
  • Pemkot akan memperkuat koordinasi dengan BKSDA dan pemangku kepentingan, mengedepankan informasi resmi, serta meningkatkan kualitas pengelolaan Semarang Zoo untuk konservasi dan edukasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memastikan penanganan kematian harimau benggala putih koleksi Semarang Zoo telah dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. Pemkot menyatakan akan memperkuat pemantauan kesehatan, fasilitas, pengawasan, hingga standar kesejahteraan satwa atau animal welfare pasca kejadian tersebut.

1. Pemeriksaan medis hingga administrasi sesuai mekanisme berlaku

Kondisi harimau benggala yang masih hidup di Semarang Zoo. (IDN Times/Dok BKSDA Jateng)

Sejak kejadian diketahui, manajemen Semarang Zoo bersama Pemerintah Kota Semarang langsung berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah –sebagai otoritas yang berwenang dalam pengawasan satwa dilindungi –untuk melakukan pemeriksaan terhadap satwa, identifikasi penyebab kematian, serta penyelesaian seluruh tahapan administrasi dan penanganan sesuai ketentuan konservasi.

Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar dalam penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan instansi terkait.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto menegaskan, pihaknya menghormati seluruh proses yang dilakukan oleh BKSDA Jawa Tengah dan memastikan setiap tahapan telah dilaksanakan secara profesional, transparan, serta mengacu pada prosedur yang berlaku.

"Sejak awal kejadian, Pemkot Semarang bersama manajemen Semarang Zoo langsung berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah. Pemeriksaan medis, identifikasi penyebab kematian, hingga penyelesaian administrasi telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, seluruh proses penanganan telah berjalan sebagaimana ketentuan yang mengatur pengelolaan satwa dilindungi," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

2. Tingkatkan standar pengelolaan satwa

Ilustrasi kebun binatang Semarang Zoo di Kota Semarang. (dok. Semarang Zoo)

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim BKSDA Jawa Tengah bersama dokter hewan menjadi acuan resmi dalam penanganan peristiwa tersebut. Selanjutnya, pemkot menghormati hasil pemeriksaan itu sekaligus berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi yang diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola dan kesejahteraan satwa di Semarang Zoo.

"Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pengelolaan satwa, mulai dari pemantauan kesehatan, peningkatan fasilitas, penguatan pengawasan, hingga aspek animal welfare. Pemkot Semarang berkomitmen memastikan Semarang Zoo dikelola sesuai standar yang ditetapkan dan terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan," terang Handi.

Pemkot Semarang juga menyampaikan, apresiasi kepada BKSDA Jawa Tengah atas pendampingan dan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menangani peristiwa tersebut. Sinergi antarinstansi dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Pemkot perkuat koordinasi dengan BKSDA Jateng

Sepasang sitatunga sudah punya anak di Semarang Zoo. (IDN Times/Dok Semarang Zoo)

Handi mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Kami memahami perhatian masyarakat terhadap satwa koleksi Semarang Zoo. Maka itu, kami mengedepankan keterbukaan informasi berdasarkan hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang,’’ katanya.

Kemudian, lanjut dia, yang terpenting seluruh proses penanganan atas kejadian ini telah diselesaikan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku sehingga tidak perlu ada spekulasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Semarang memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan Semarang Zoo. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk menjaga kelestarian satwa, meningkatkan kesejahteraan hewan, serta memberikan pelayanan edukasi dan konservasi yang semakin baik kepada masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article