Semarang, IDN Times - Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengajak masyarakat turut aktif memberantas stunting.
Stunting Mengintai Sejak Kandungan, POGI Serukan Aksi Bersama

- POGI menekankan pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan melalui pemantauan ibu dan janin, pemenuhan nutrisi, pemeriksaan rutin, serta persiapan kelahiran.
- POGI mengingatkan orangtua bahwa perawatan selama hamil, termasuk vitamin dan makanan bergizi, merupakan investasi untuk mencegah biaya pengobatan lebih besar setelah anak lahir.
- Pegadaian Kanwil XI Semarang berkolaborasi dengan POGI menggelar sosialisasi serentak di Slawi Tegal dan Gunungkidul tentang risiko stunting, gizi, kesehatan ibu-anak, dan peran keluarga.
Ketua POGI Semarang dr Ediwibowo Ambar menyampaikan, untuk mencegah anak terlahir dalam kondisi stunting, hal utama yang perlu disadari para orangtua ialah anak adalah investasi. Sehingga rawat sebaik mungkin sejak dalam kandungan.
Membeli vitamin, rutin periksa dokter, memberi makanan tambahan dan bergizi sepertinya mahal. Tetapi harus dilihat hasil yang akan datang lebih mahal lagi.
"Bayangkan ketika investasi tidak baik, anak lahir sakit, berat badan kurus dan kondisi lainnya mengobati lebih mahal dari pada investasi selama hamil," ujar Edi.
Terpisah, Ketua POGI DIY Dr Muhammad Nurhadi Rahman mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari bakti sosial POGI indonesia yang dilaksanakan secara serencana serentak di 36 kota di Indonesia.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup dilakukan ketika bayi sudah lahir, upaya tersebut justru perlu dimulai sejak awal kehamilan melaluai pemantauan kondisi ibu dan janin, pemenuhan nutrisi, serta persiapan kelahiran yang baik.
"Stunting merupakan persoalan kita semua, tidak bisa dicegah hanya saat bayi lahir, tetapi sejak awal masa kehamilan," ujar Nurhadi.
Ia berharap kolaborasi bersama POGI dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan sosial dan edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
Adapun Pegadaian Kanwil XI Semarang berkolaborasi dengan POGI dalam kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang dilaksanakan secara serentak di Slawi Tegal dan Gunungkidul, Kamis (20/8/2026).
Sosialisasi menyasar masyarakat dengan memberikan pemahaman mengenai faktor risiko stunting, pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, persiapan persalinan serta peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang M Aries Aviani Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya hadir dalam memberikan solusi keuangan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
"Melalui kolaborasi dengan POGI, kami berharap edukasi mengenai pencegahan stunting dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak," kata Aries dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (24/8/2026).
Melalui semangat Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, Pegadaian terus berkomitmen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat.





















