Biskuit Berbahan Jahe dan Kacang Senjata Cegah Stunting Sejak Janin

- Universitas Diponegoro meluncurkan D’Biscu, biskuit berbahan jahe dan kacang lokal untuk ibu hamil guna mencegah stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
- D’Biscu mengandung jahe, kacang hijau, dan kacang merah yang kaya protein, zat besi, folat, serta antioksidan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil.
- Produk ini telah diuji pada 185 ibu hamil di Semarang dan siap digunakan dalam program intervensi gizi di Papua melalui Ekspedisi Patriot 2026.
Semarang, IDN Times – Upaya pencegahan stunting tidak lagi hanya berfokus pada balita. Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan inovasi pangan lokal berupa biskuit khusus ibu hamil bernama D’Biscu. Biskuit ini dirancang sebagai makanan tambahan (PMT) untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan sekaligus mencegah stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
1. Gunakan bahan baku lokal

Berbeda dengan PMT pada umumnya, D’Biscu dikembangkan menggunakan bahan baku lokal seperti jahe, kacang hijau, dan kacang merah, kemudian diperkaya vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan ibu hamil. Produk tersebut kini telah mengantongi sertifikat halal, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta memiliki izin edar dari BPOM sehingga telah dipasarkan kepada masyarakat.
Inovasi ini hadir di tengah masih tingginya angka stunting di Indonesia. Untuk di Jawa Tengah saja, berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025, terdapat 485.893 balita mengalami stunting, sehingga intervensi sejak masa kehamilan dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan angka tersebut.
Ketua tim peneliti D’Biscu, Prof. Dr. Diana Nur Afifah mengatakan, pencegahan stunting harus dimulai sebelum bayi lahir, yakni dengan memastikan kebutuhan gizi ibu hamil terpenuhi.
“Kami percaya bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Melalui D’Biscu, kami tidak hanya menghasilkan produk pangan yang bergizi, tetapi juga membangun model kolaborasi yang mampu menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).
2. Miliki nilai gizi tinggi

Formula D’Biscu memanfaatkan potensi pangan lokal Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi.
Jahe dipilih karena memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi serta membantu mengurangi keluhan mual dan muntah yang umum dialami ibu hamil pada trimester pertama.
Sementara itu, kacang hijau menjadi sumber protein nabati, folat, zat besi, dan serat yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, mendukung pertumbuhan janin, sekaligus membantu mencegah anemia pada ibu hamil.
Adapun, kacang merah melengkapi formulasi melalui kandungan protein, magnesium, kalium, zat besi, dan serat pangan yang mendukung kesehatan pencernaan, meningkatkan asupan energi, serta menunjang perkembangan janin.
Kombinasi ketiga bahan tersebut menghasilkan pangan fungsional yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil sekaligus memanfaatkan komoditas lokal Indonesia.
3. Sudah diuji kepada 185 ibu hamil

Sebelum dipasarkan, D’Biscu telah melewati serangkaian tahapan penelitian, mulai dari formulasi produk, uji penerimaan konsumen (acceptability test), hingga implementasi di masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui 37 puskesmas di 16 kecamatan. Sebanyak 185 ibu hamil menerima edukasi gizi sekaligus memperoleh D’Biscu sebagai makanan tambahan.
Selain mengukur tingkat penerimaan produk, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama periode 1.000 HPK sebagai fondasi pencegahan stunting.
4. Disiapkan untuk intervensi di Papua

Prof. Diana mengungkapkan, D’Biscu kini memasuki tahap produksi untuk mendukung kegiatan Ekspedisi Patriot 2026, khususnya sebagai bagian dari intervensi gizi di Kecamatan Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan D’Biscu menunjukkan bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata ketika didukung kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri.
Selain menghasilkan produk yang siap digunakan masyarakat, model pengembangan tersebut juga memperkuat kapasitas mahasiswa, tenaga kesehatan, dan pelaku industri dalam menciptakan inovasi pangan yang berkelanjutan.
Dengan seluruh perizinan yang telah dikantongi dan implementasi yang telah dilakukan di lapangan, D’Biscu diharapkan dapat menjadi salah satu model nasional pengembangan pangan lokal fungsional untuk mendukung kesehatan ibu hamil sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.


















