Semarang, IDN Times - Aksi penipuan dengan berbagai kedok terkadang dialami calon penumpang kereta api. Bila dulu marak aksi nyalo tiket. Di era kekinian aksi penipuan lebih canggih.
Yang saat ini diwaspadai pihak Daop 4 Semarang ialah penipuan bermodus rekayasa sosial. Daop 4 Semarang mengingatkan kepada calon penumpang kereta api untuk ekstra hati-hati jika mengendus gelagat penipuan rekayasa sosial yang memanfaatkan fitur Paylater lewat platform e-commerce.
Modus diawali ketika pelaku membujuk korban dengan dalih meminta tolong, menawarkan imbalan komisi atau iming-iming keuntungan instan untuk memesankan tiket kereta api menggunakan limit PayLater akun pribadi milik korban.
"Setelah tiket terbit, pelaku memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk memproses pembatalan tiket (refund). Akibatnya, uang pengembalian dana pembatalan mengalir ke rekening pelaku, sementara korban tetap dibebani kewajiban tagihan cicilan PayLater beserta bunganya," ungkap Manajer Humas Daop 4 Semarang Luqman Arif, Selasa (15/9/2026).
Pihaknya sejauh ini sedang memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat dalam bertransaksi digital. Sebagai langkah preventif, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan pembayaran Paylater ini.
Ia menekanakn modus tersebut murni menyasar manipulasi psikologis korban dan bukan merupakan kerentanan pada sistem pemesanan tiket kereta api.
Luqman menegaskan, seluruh sistem penjualan dan operasional tiket KAI saat ini beroperasi dengan standar keamanan tinggi dan terverifikasi secara ketat.
"Kami pertegas infrastruktur transaksi dan sistem tiket KAI sepenuhnya aman. Modus ini murni merupakan rekayasa sosial di luar ekosistem operasional langsung KAI yang memanfaatkan kelalaian serta limit pembiayaan individu," kata Luqman.
Oleh karena itu, pihaknya menyarankan penumpang untuk melakukan transaksi pemesanan secara mandiri melalui aplikasi resmi Access by KAI atau web kai.id untuk menjamin keamanan, kepastian data, dan kemudahan layanan secara menyeluruh.
Sebagai panduan bagi masyarakat agar terhindar dari modus penipuan serupa, KAI Daop 4 Semarang membagikan panduan keamanan transaksi berikut:
Pesan Melalui Kanal Resmi KAI: Utamakan pemesanan langsung lewat aplikasi Access by KAI atau laman resmi booking.kai.id.
Hindari Membelikan Tiket untuk Orang Asing: Jangan bersedia memesankan tiket bagi pihak yang tidak dikenal, terlebih dengan menggunakan akun finansial atau fasilitas cicilan/limit pinjaman pribadi Anda.
Kendalikan Akun & Data Pribadi: Jangan pernah memberikan data sensitif, akses akun, kata sandi (password), PIN, maupun kode OTP (One-Time Password) kepada pihak manapun dengan alasan apapun.
Waspadai Tawaran Tidak Masuk Akal: Abaikan tawaran komisi atau keuntungan mudah yang menyaratkan transaksi perbankan/pembelian atas nama Anda.
Simpan Rekam Jejak Percakapan: Jika menemukan indikasi mencurigakan, segera simpan riwayat obrolan dan bukti mutasi transaksi untuk kebutuhan investigasi.
Apabila masyarakat menemukan indikasi kecurangan atau menjadi korban dari tindak kejahatan digital ini, segera laporkan ke kepolisian terdekat, hubungi layanan bantuan konsumen (customer service) penyedia platform terkait, serta konfirmasikan keabsahan tiket ke kanal resmi KAI.
