HIMPERRA Property Expo 2026 Hadirkan Ribuan Hunian Terjangkau di Solo

- HIMPERRA Property Expo 2026 berlangsung 22–26 Agustus di Solo Square, menghadirkan 26 pengembang, perbankan, dan pilihan rumah dari kapling, subsidi, hingga hunian mewah.
- HIMPERRA Solo Raya menyebut 4.082 unit masih tersedia; pembelian rumah didukung angsuran MBR, PPN DTP 100 persen hingga Rp2 miliar, serta pembebasan BPHTB di sejumlah daerah.
- DPD HIMPERRA Jawa Tengah menyalurkan CSR Rp25 juta per unit untuk program RTLH di Grobogan, Kendal, Boyolali, dan Surakarta saat pembukaan expo.
Surakarta, IDN Times - Masyarakat yang sedang mencari hunian memiliki kesempatan untuk membandingkan beragam pilihan rumah dalam HIMPERRA Property Expo 2026 di Atrium Solo Square, Surakarta. Pameran yang digelar Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) DPC 4 Solo Raya ini berlangsung pada 22–26 Agustus 2026 dengan menghadirkan 26 pengembang serta mitra perbankan dan pendukung sektor properti.
Pameran tersebut menjadi salah satu upaya HIMPERRA mendorong penjualan properti sekaligus mempertemukan masyarakat secara langsung dengan pengembang dan lembaga pembiayaan.
1. Tawarkan Rumah Subsidi hingga Hunian Mewah.

Pameran HIMPERRA Property Expo 2026 di Atrium Solo Square, Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey) Ketua Panitia HIMPERRA Property Expo 2026, Muhammad Zulfikar Waqid, mengatakan expo tersebut merupakan gelaran expo pertama HIMPERRA di Indonesia. Selain menjadi ajang promosi, kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi dan kolaborasi antara pengembang, perbankan, supplier, asosiasi, dan masyarakat.
“Pameran diikuti 26 pengembang, didukung perbankan dan toko bangunan pendukung. Rumah yang ditawarkan pun beragam mulai kapling tanah, rumah subsidi hingga rumah mewah,” kata Zulfikar Sabtu (22/8/2026).
Ia berharap HIMPERRA Property Expo dapat berkembang menjadi agenda tahunan dengan skala yang semakin besar sehingga memberikan dampak positif bagi industri properti, khususnya di Jawa Tengah.
Ketua DPC 4 HIMPERRA Solo Raya, Sigit Sugih Harjo, menyebut dari total 128 anggota, sebanyak 86 anggota aktif menyediakan ribuan unit rumah untuk masyarakat.
“Pencapaian akad kami pada 2025 mencapai 1.660 unit. Saat ini masih tersedia sekitar 4.082 unit. Kami optimis dan terus berkolaborasi dengan asosiasi agen properti serta supplier material untuk mempercepat penjualan, sekaligus mensukseskan Program Nasional 3 Juta Rumah,” ujar Sigit.
2. Momentum Beli Rumah Sebelum Harga Menyesuaikan

Pameran HIMPERRA Property Expo 2026 di Atrium Solo Square, Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey) Ketua Umum DPP HIMPERRA, H. Ari Tri Priyono, menilai momentum menjelang akhir 2026 menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk mempertimbangkan pembelian rumah.
Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya berbagai dukungan pembiayaan dan insentif pemerintah. Salah satunya skema angsuran bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk hunian menengah hingga Rp2 miliar, serta pembebasan BPHTB di sejumlah daerah.
“Tahun ini HIMPERRA menargetkan penjualan secara nasional hingga mendekati 70.000 unit. Saat ini momentum sangat tepat untuk membeli rumah karena didukung berbagai kemudahan,” jelas Ari.
Sementara itu, Ketua DPD HIMPERRA Jawa Tengah, Sugiyatno, menargetkan realisasi penjualan hingga 15.000 unit rumah di 35 kabupaten/kota sepanjang 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 9.900 unit.
Khusus wilayah Solo Raya, ketersediaan rumah disebut mencapai sekitar 3.000 unit dengan target akad hingga akhir tahun mendekati 4.000 unit.
3. HIMPERRA Serahkan Bantuan RTLH.

Pameran HIMPERRA Property Expo 2026 di Atrium Solo Square, Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey) Selain mendorong transaksi properti, pembukaan expo juga diwarnai aksi sosial. DPD HIMPERRA Jawa Tengah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Bantuan masing-masing senilai Rp25 juta per unit diberikan untuk empat daerah, yakni Kabupaten Grobogan, Kendal, Boyolali, dan Kota Surakarta.
Sugiyatno mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi HIMPERRA terhadap pemerintah daerah yang memberikan dukungan terhadap sektor perumahan, termasuk kemudahan perizinan dan insentif pembebasan BPHTB.
“HIMPERRA tidak hanya berbisnis, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi sosial bagi daerah,” tegas Sugiyatno.
Dukungan terhadap penyelenggaraan expo juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Surakarta, Nico Agus Putranto, menilai sektor perumahan memiliki efek berantai terhadap perekonomian daerah.
“Pembangunan perumahan menggerakkan sektor konstruksi, material, tenaga kerja, hingga UMKM. Kami berharap expo ini menjadi solusi penyediaan hunian yang inovatif, berkualitas, terjangkau, serta tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan bagi masyarakat Solo Raya,” tutur Nico.

















