Hujan Angin Kembali Terjang Semarang, Pohon Bertumbangan di Lokasi Ini

- Hujan lebat disertai angin kencang melanda Semarang pada Minggu (8/3/2026), menyebabkan banyak pohon tumbang di berbagai wilayah kota.
- Pemkot Semarang melalui Disperkim bergerak cepat membersihkan belasan titik terdampak, mengerahkan tujuh tim dan armada dump truck serta skylift untuk evakuasi material.
- Pemerintah kota menggencarkan pendataan dan pemeliharaan vegetasi publik guna mencegah kejadian serupa, sekaligus mengimbau warga agar lebih waspada saat cuaca ekstrem.
Semarang, IDN Times - Hujan lebat dan angin kencang kembali menerjang Kota Semarang, Minggu (8/3/2026). Kondisi itu berdampak pada pohon tumbang di sejumlah lokasi.
1. Bersihkan pohon tumbang

Pemkot Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) kembali bergerak cepat menangani belasan titik pohon tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut. Tim teknis telah disebar ke berbagai wilayah mulai dari Ring 1, 2, hingga 3 sejak kejadian untuk memastikan akses jalan kembali normal dan meminimalisir dampak kerusakan lebih lanjut.
"Titik lokasi menyebar dari Ring 1, 2, dan 3 Kota Semarang. Prioritas tentunya yang berada di pinggir jalan agar tidak mengganggu lalu lintas, serta yang tertimpa pohon dan mobil karena pastinya ada korban," ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Senin (9/3/2026).
Sejumlah lokasi utama seperti Jalan Kyai Saleh, Jalan Gajah Mada, Jalan Papandayan, hingga kawasan Pamularsih telah berhasil tertangani oleh petugas. Meski demikian, beberapa titik seperti Jalan Thamrin masih dalam proses pengerjaan.
Sedangkan, penanganan di Jalan Kepodang kawasan Kota Lama sempat terkendala akses portal besi, dan tim lainnya tengah bergerak menuju lokasi tambahan di Watulawang serta Mess Penerbad.
2. Picu kerusakan fisik di permukiman

Untuk mempercepat proses evakuasi material pohon yang menimpa rumah maupun fasilitas umum, Disperkim menerjunkan kekuatan penuh yang terbagi dalam beberapa kelompok kerja.
"Armada kita punya tujuh unit dump truck dan skylift. Personel terdiri dari tujuh tim, di mana masing-masing tim beranggotakan tujuh sampai sepuluh orang," tambahnya.
Kejadian tersebut dilaporkan memicu kerusakan fisik yang cukup signifikan di berbagai titik pemukiman dan jalan protokol, termasuk adanya laporan mengenai korban.
"Korban ada, baik orang, mobil, rumah, hingga bangunan yang tertimpa," tutur Agustina.
3. Gencarkan pendataan dan pemeliharaan vegetasi

Sebagai langkah jangka panjang, pihaknya terus menggencarkan pendataan dan pemeliharaan vegetasi di area publik untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Langkah antisipasi tetap dilakukan sambil melaksanakan inventarisasi pohon rawan tumbang, melakukan perapian secara berkala, juga menebang pohon yang berpotensi rawan tumbang," tegas wali kota.
Selain tindakan teknis, Pemerintah kota Semarang juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri, terutama saat melintas di jalur hijau ketika cuaca buruk melanda.
"Kami melakukan sosialisasi ke masyarakat, baik lisan maupun lewat media sosial dan media massa, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana angin kencang, puting beliung, dan hujan deras agar tidak berada di bawah pohon pada saat bencana terjadi," pungkasnya.



















