Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inilah Sifat Terburuk dari para Avengers di MCU, Jangan Ditiru ya!
Tim original Avengers (dok. Marvel Studios/The Avengers)

Banyak hal yang bisa dibahas dari franchise MCU. Mulai dari jalan cerita hingga berbagai karakter unik di dalamnya.

Meskipun semua cerita dalam film ini adalah kisah fiksional yang di adaptasi dari komik, namun para karakternya berasa hidup.

Karakterisasi yang unik dan kompleks adalah keunggulan film Marvel. Banyak superhero berhati mulia tapi juga punya sifat buruk masing-masing.

Hal tersebut malah membuat mereka lebih manusiawi. Sebagai contoh berikut ini adalah sifat buruk dari tiap anggota inti Avengers, bukti bahwa superhero tetap manusia!

1. Captain America mungkin berjiwa patriot tapi dibarengi dengan sifat keras kepala

Steve bersiap melawan regu G-Shock pemerintah (dok. Marvel Studios/Captain America: Civil War)

Captain America adalah superhero paling gigih dan pemberani. Steve Roger tidak akan mundur melawan pasukan robot maupun invasi alien jika dia menganggap apa yang dilakukannya adalah benar. Sayangnya kadang sifatnya ini malah menunjukkan sifat keras kepala dan susah diatur.

Salah satu sifat keras kepalanya adalah saat memutuskan untuk menolak keras Sokovia Accords dalam Captain America: Civil War (2016) hingga mengajak rekan-rekanya jadi kriminal tanpa memikirkan jalan tengah yang lebih baik.

Apalagi perjanjian tersebut dibuat atas kelalaian Avengers sendiri yang tentunya di komando oleh Captain America.

2. Iron Man adalah superhero dengan ego paling tinggi

Tony Stark dengan egonya membuat pembenaran tentang Ultron (dok. Marvel Studios/Captain America: Age of Ultron)

Tidak bisa dipungkiri bahwa Tony Stark/Iron Man adalah tokoh paling penting di Avengers. Kegeniusannya sebagai inventor dan ilmuwan serta kemampuannya sebagai superhero sering jadi kunci keberhasilan Avengers menghadapi musuh-musuhnya.

Namun ada satu hal buruk yang tidak boleh dicontoh dari Tony Stark, yakni egonya yang tinggi.

Banyak masalah yang disebabkan oleh ego Tony di MCU. Dari mulai terciptanya penjahat seperti Ultron, Mysterio, Vulture dan Killian yang semuanya bisa dihindari jika saja Tony tidak merasa paling jago.

Sifat ego Tony juga dibarengi gaya bicara yang ceplas-ceplos bikin doi sering terlibat cekcok dengan rekan-rekanya.

3. Kekuatan dan kedudukan Thor membuat dia jadi sangat arogan

Thor tidak layak mengangkat Mjolnir karena sifat aroganya (dok. Marvel Studios/Thor)

Salah satu alasan kenapa Thor diasingkan ke bumi dan kehilangan kekuatannya di film Thor (2011) adalah sifat arogannya.

Odin beranggapan jika sifat arogan Thor adalah kelemahan terbesar yang harus dia singkirkan. Sebagai putra mahkota dan ksatria terkuat di Asgard, hal tersebut sebenarnya wajar.

Sifatnya tersebut sering dimanfaatkan oleh Loki untuk keuntungannya. Mengenal Jane Foster dan para superhero bumi akhirnya membantunya untuk mulai sedikit humble. 

Tapi tetap saja sampai film Thor: Love and Thunder (2022) kemarin sifat arogannya masih belum sepenuhnya hilang dan sekarang malah dijadikan bahan komedi.

4. Black Widow adalah punya sifat secretive dan menutup diri

Steve mempertanyakan loyalitas Black Widow (dok. Marvel Studios/Captain America: The Winter Soldier)

Mengatakan bahwa Black Widow itu sercretive tidaklah berlebihan. Pasalnya, program Black Widow yang dijalani Natasha memang mengharuskan para subjeknya untuk meninggalkan kemanusiaan mereka untuk menjadi senjata hidup. Hal tersebut dijelaskan lebih detail dalam film Black Widow (2021).

Natasha adalah tipe orang yang selalu menyimpan rahasia dibalik rahasia, itulah mengapa Steve Rogers sangat susah mempercayainya sebagai anggota tim dalam Captain America: The Winter Soldier (2014). Jadi anggota tim harus terbuka ya, supaya kepercayaan tetap terjaga.

5. Hulk punya masalah dalam mengontrol emosi

Bruce Banner belajar mengontrol emosi (dok. Marvel Studios/The Incredibles Hulk)

Kemarahan adalah sumber kekuatan Hulk yang dibenci oleh Bruce Banner. Dalam film The Incredible Hulk (2008) Bruce mengasingkan diri sembari belajar mengontrol amarah agar tidak sembarangan berubah menjadi Hulk. Usahanya sepertinya tak begitu membuahkan hasil.

Seperti yang diungkapkan oleh Banner di The Avengers (2012), Bruce itu sebenarnya selalu marah.

Untungnya pembawaannya yang kalem masih bisa meredam kemarahan Bruce tapi jika sedikit terpicu doi bisa berubah jadi Hulk kapan saja. Namun bagi Hulk, semakin dia marah akan semakin bertambah pula kekuatannya.

6. Hawkeye adalah workaholic yang jarang pulang

Clint pamit pada keluarganya karena mau bertugas (dok. Marvel Studios/Hawkeye)

Clint Barton itu bagaikan bang Toyib. Sebagai agen elit S.H.I.E.L.D dan anggota Avengers, kehadirannya selalu dibutuhkan.

Sebagai Hawkeye, peranya di Avengers sangat krusial karena biasa menjadi penengah dalam tim. Sifatnya yang workaholic juga bikin dia betah dengan kesibukan tersebut. 

Terungkap dalam Avengers: Age of Ultron (2015) bahwa sebenarnya Hawkeye punya istri dan anak-anak yang menunggu di rumah.

Salah satu penyesalan terbesar Clint saat Thanos melakukan snap adalah kurangnya dia menghabiskan waktu bersama keluarga. Bahkan dalam seri Hawkeye (2022) Clint hampir melewatkan malam natal bersama keluarga karena kerjanya sebagai superhero. 

Bagaimanapun juga superhero juga manusia, sifat buruk adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah mereka tetap berusaha untuk berubah menjadi lebih baik. Selain para Avengers di atas adakah sifat buruk para superhero yang perlu diekspos?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article