Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jalan Penghubung Semarang-Grobogan Lumpuh Diterjang Banjir, BPBD: Tanggul Jebol
Warga menaiki perahu karet untuk melintasi banjir yang merendam rumah di Kompleks Perumnas Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/1/2024). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Grobogan, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyatakan banjir bandang yang melanda wilayah Grobogan disebabkan tanggul Sungai Tuntang telah jebol. Menurut Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasie Penanggungan, akibat banjir bandang tersebut ada ratusan kepala keluarga yang terdampak. 

"Penyebabnya karena tanggulnya jebol. Saat ini kami masih lakukan mitigasi bersama personel gabungan ke arah yang terdampak banjir," kata Bergas kepada IDN Times, Selasa (6/2/2024). 

Bergas mengatakan jumlah korban banjir bandang di Kabupaten Grobogan sedang didata ulang oleh pihaknya. Untuk kerugian material juga sedang ditelusuri ke tiap wilayah desa, pedukuhan dan kelurahan yang terkena imbas banjir. 

Bergas membenarkan bila akibat banjir di Grobogan membuat jalan utama provinsi yang menghubungkan Kota Semarang dengan Grobogan telah lumpuh total. "Ya memang keadaannya begitu," ujar Bergas. 

Terpisah, Kepala BPBD Grobogan, Endang Sulistyoningsih bilang banjir dengan ketinggian bervariasi membuat jalan raya Grobogan menuju Semarang tidak bisa dilintasi kendaraan.

"Tidak bisa lewat karena air sudah melimpas di jembatan Sungai Tuntang," bebernya. 

Pihaknya belum bisa menyebutkan kedalaman air karena luasan banjir terus bertambah. 

Menurut penelusurannya, banjir yang melanda Grobogan dipicu adanya banjir kiriman dari wilayah atas Kabupaten Semarang dan Salatiga. 

Air banjir dari wilayah atas kemudian masuk ke badan Sungai Tuntang hingga ke Kecamatan Gubug. "Air kiriman dari Salatiga khususnya yang lewat Sungai Tuntang, Kedungjati terus turun ke bawah sampai Gubug. Terus ada kiriman dari Kabupaten Semarang lewat aliran Sungai Jragung," katanya. 

Endang mengimbau masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan. Termasuk tidak memaksa menerjang banjir. "Jangan sampai terulang lagi seperti kejadian nekat menerjang arus ternyata roda dua dan orangnya terseret arus," tutur Endang. 

Editorial Team

Related Article