Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jangan Anggap Sepele Migrain, Kenali Pemicu Gangguan Neurologis Ini
Holywings Peduli menggelar seminar edukasi tentang penyakit dan cek kesehatan massal gratis di Semarang, Senin (15/6/2026). (dok. Holywings Peduli)
  • Holywings Peduli menggelar seminar dan cek kesehatan gratis di Semarang untuk tingkatkan kesadaran masyarakat tentang migrain yang sering disalahartikan sebagai sakit kepala biasa.
  • Dokter menjelaskan migrain adalah gangguan neurologis serius dengan pemicu seperti stres, kurang tidur, perubahan hormon, dan pola makan tidak teratur yang dapat menurunkan kualitas hidup.
  • Program CSR Holywings Peduli memadukan edukasi kesehatan, layanan medis gratis, serta hiburan rakyat guna mendorong gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit saraf di kalangan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Migrain masih sering dianggap sekadar sakit kepala biasa. Padahal, gangguan neurologis ini dapat menurunkan kualitas hidup hingga mengganggu produktivitas sehari-hari. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya migrain, Holywings Peduli menggelar seminar edukasi dan cek kesehatan massal gratis di Semarang, Senin (15/6/2026).

1. Dipicu stres hingga pola makan tidak teratur

Holywings Peduli menggelar seminar edukasi tentang penyakit dan cek kesehatan massal gratis di Semarang, Senin (15/6/2026). (dok. Holywings Peduli)

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Migrain Sedunia itu diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan. Peserta tampak antusias mengikuti seminar kesehatan sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi medis tentang migrain.

Dalam seminar tersebut, dokter Ivana Lola dari Rumah Sakit Siloam menyampaikan, bahwa migrain merupakan gangguan neurologis dengan gejala nyeri kepala berdenyut, umumnya di satu sisi kepala, dan dapat disertai mual, muntah, hingga sensitivitas terhadap cahaya maupun suara.

Serangan migrain bahkan dapat berlangsung selama berjam-jam hingga beberapa hari. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari stres, kurang tidur, perubahan hormon, hingga pola makan yang tidak teratur.

“Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. Gangguan ini menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup. Dengan pola tidur yang baik, pengelolaan stres, olahraga rutin, dan menghindari faktor pemicu, risiko migrain dapat ditekan,” terangnya.

2. Migrain penyebab utama disabilitas neurologis global

Holywings Peduli menggelar seminar edukasi tentang penyakit dan cek kesehatan massal gratis di Semarang, Senin (15/6/2026). (dok. Holywings Peduli)

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gangguan sakit kepala memengaruhi sekitar 40 persen populasi dunia, sementara migrain menjadi salah satu penyebab utama disabilitas neurologis global.

Di Indonesia sendiri, prevalensi migrain diperkirakan mencapai 11–12 persen populasi. Perempuan dan kelompok usia produktif 25–55 tahun menjadi kelompok yang paling rentan mengalami migrain, sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas kerja dan keseharian.

Salah seorang peserta seminar, Wati mengaku, baru memahami bahwa kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur dan stres memiliki hubungan erat dengan migrain yang selama ini dialaminya.

“Saya baru tahu kalau stres dan kurang tidur bisa jadi pemicu utama migrain. Materinya mudah dipahami dan cek kesehatan gratis ini sangat membantu masyarakat,” katanya.

3. Edukasi kesehatan bagian penting dari program sosial perusahaan

Holywings Peduli menggelar seminar edukasi tentang penyakit dan cek kesehatan massal gratis di Semarang, Senin (15/6/2026). (dok. Holywings Peduli)

Sementara, Komisaris Utama Holywings Group, Andrew Susanto mengatakan, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari program sosial perusahaan, terutama untuk penyakit yang kerap disepelekan seperti migrain.

“Migrain sering dianggap ringan, padahal bisa mengganggu produktivitas dan aktivitas harian. Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat memahami gejalanya sekaligus pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan,” ujarnya yang sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli.

Tak hanya menghadirkan edukasi kesehatan, kegiatan tersebut juga dikemas dengan nuansa hiburan rakyat. Holywings Peduli bekerja sama dengan Superhouse dan Tembak Langit Paskal mengadakan berbagai perlombaan interaktif bagi warga, mulai dari lomba estafet gelas, karaoke, hingga permainan ketangkasan berhadiah ponsel dan sembako.

Melalui kombinasi edukasi, layanan kesehatan gratis, dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat, Holywings Peduli berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan saraf dan pentingnya gaya hidup sehat semakin meningkat.

Program ini juga menjadi upaya untuk menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat, menyenangkan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Editorial Team

Related Article