Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jangan Ditanam di Teras! 4 Tanaman Estetik Ini Ternyata Mengundang Ular
ilustrasi lidah mertua (unsplash.com/Angèle Kamp)
  • Beberapa tanaman hias seperti lidah mertua, bambu hias, palem, dan semak lebat ternyata bisa menjadi tempat persembunyian favorit ular di sekitar rumah.
  • Kondisi tanaman yang rimbun, lembap, serta jarang dipangkas menciptakan area teduh yang menarik bagi ular dan hewan kecil seperti tikus atau katak.
  • Pemilik rumah disarankan rutin memangkas tanaman, membersihkan daun kering, serta menghindari tumpukan barang agar teras tetap estetik sekaligus aman dari ular.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tanaman hias sering menjadi pilihan untuk mempercantik teras rumah. Selain membuat suasana lebih asri, tanaman juga dapat membantu menurunkan suhu di sekitar hunian. Namun, tidak semua tanaman cocok ditanam dekat area rumah.

Beberapa jenis tanaman yang terlihat estetik ternyata dapat menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular. Kondisi yang rimbun, lembap, dan minim gangguan membuat reptil tersebut betah bersembunyi di sekitar halaman.

Agar teras tetap cantik sekaligus aman, berikut empat tanaman yang sebaiknya tidak ditanam terlalu dekat dengan rumah.

1. Lidah Mertua yang Tumbuh Terlalu Rapat

ilustrasi tanaman lidah mertua (pexels.com/ Quang Nguyen Vinh)

Lidah mertua atau Sansevieria memang terkenal sebagai tanaman hias yang mudah dirawat. Bentuk daunnya yang tegak dan modern membuatnya sering ditempatkan di teras maupun halaman depan.

Namun, jika dibiarkan tumbuh terlalu rapat dan membentuk rumpun besar, bagian bawah tanaman bisa menjadi area persembunyian yang disukai ular. Celah di antara daun yang lebat menciptakan tempat yang teduh dan aman bagi hewan melata tersebut.

2. Bambu Hias yang Rimbun

ilustrasi bambu hias (pexels.com/Paul)

Bambu hias kerap digunakan untuk menghadirkan kesan tropis dan elegan pada rumah. Sayangnya, tanaman ini juga termasuk lokasi favorit ular untuk berlindung.

Daun yang gugur dan menumpuk di sekitar rumpun bambu dapat menarik tikus, sementara tikus merupakan salah satu sumber makanan utama ular. Tak heran jika area bambu yang kurang terawat sering menjadi titik kemunculan ular.

3. Palem dengan Pelepah yang Menumpuk

ilustrasi palem sikas (pexels.com/Ivan Cuesta)

Berbagai jenis palem banyak digunakan sebagai tanaman lanskap karena tampilannya yang mewah dan eksotis. Akan tetapi, pelepah tua yang dibiarkan menumpuk di bagian bawah tanaman bisa menciptakan tempat persembunyian yang nyaman bagi ular.

Selain itu, area yang teduh dan lembap di sekitar palem juga dapat menarik berbagai hewan kecil yang menjadi mangsa ular.

4. Semak Hias yang Terlalu Lebat

ilustrasi semak-semak (pexels.com/Tane Winiana)

Tanaman semak seperti teh-tehan, pucuk merah, atau berbagai jenis tanaman pagar memang membuat halaman terlihat rapi dan indah. Namun, jika jarang dipangkas, semak yang terlalu lebat dapat menjadi habitat ideal bagi ular.

Rimbunnya dedaunan membuat predator maupun manusia sulit melihat keberadaan ular yang bersembunyi di dalamnya. Risiko ini akan semakin besar jika halaman rumah juga sering didatangi tikus atau katak.

Cara Mencegah Ular Masuk ke Halaman Rumah

Selain memilih tanaman yang tepat, pemilik rumah juga perlu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pangkas tanaman secara rutin, bersihkan tumpukan daun kering, dan hindari adanya genangan air yang dapat menarik hewan-hewan kecil.

Pastikan pula tidak ada sampah atau barang bekas yang menumpuk di halaman karena bisa menjadi tempat persembunyian ular maupun mangsanya.

Teras yang hijau memang sedap dipandang, tetapi penataan tanaman yang kurang tepat justru bisa meningkatkan risiko kemunculan ular. Karena itu, penting untuk tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga aspek keamanan saat memilih tanaman hias di rumah.

Editorial Team

Related Article