Jangan Panik, Ini Langkah Pertama Penanganan Demam pada Anak

Dokter spesialis anak dokter Yanuar Saputra Widjaja, M.Kes, Sp.A mengatakan demam pada bayi merupakan kondisi yang umum terjadi dan tak jarang menibulkan kekhawatiran pada orangtua.
Namun ada kalanya, demam merupakan salah satu tanda bayi sedang dalam bahaya. Berikut ciri-ciri demam dan langkah penangganan pada anak.
1. Langkah Penanganan Demam pada Anak

Dokter Yanuar menjelaskan, tanda-tanda demam pada anak berbeda. Menurutnya, ada anak yang masih terlihat baik-baik saja ketika suhu tubuhnya meninggi, ada pula anak yang langsung lemas ketika demam. Oleh karenanya, orang tua perlu memerhatikan kondisi anak bila dirasa tidak terlihat sehat.
“Berbeda-beda (tanda demam pada anak), tapi yang pasti semua suhunya tinggi,” kata Yanuar dalam Live Instagram bersama Doodle Exclusive Baby Care, Selasa (22/8/2023).
Berikut langkah yang harus dilakukan oleh orang tua saat anak demam.
- Ajak anak untuk segera beristirahat dan mendapatkan tidur yang cukup.
- Perhatikan pemberian kebutuhan cairan pada anak baik itu ASI atau air putih.
- Pakaikan pakaian dengan bahan yang tipis pada tubuh anak, agar suhu panas di dalam tubuh bisa cepat keluar.
- Buar suhu ruangan dingin agar panas badan anak pindah ke ruangan.
- Berikan obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen setiap empat jam sekali sesuai dengan kondisi demam anak.
- Apabila demam tidak segera reda setelah empat jam, orang tua bisa mengelap tubuh anak dengan washlap yang telah dibasahi air hangat.
2. Bolehkan anak dimandikan saat demam?

Lebih lanjut, dokter Yanuar menambahkan, saat demam, anak boleh dimandikan. Ia bahkan mendorong agar orang tua tidak takut memandikan buah hatinya ketika demam.
Namun, memandikan bayi ketika demam harus dilakukan dengan air hangat. Ini karena, dalam kondisi tertentu, memandikan bayi saat demam justru dapat menurunkan suhu tubuhnya.
“Minimal mandi pakai air hangat, sehari sekali saja masih baik. Karena kita tinggal di daerah tropis, berkeringat, jadi tumbuh bakteri,” kata Yanuar.
3. Tanda demam berbahaya

Demam menjadi salah satu gejala inflamasi atau peradangan pada tubuh. Menurut dokter Yanuar, demam bisa disebabkan oleh infeks bakteri, virus, parasit, atau jamur. Selain itu, demam bisa juga disebabkan oleh faktor lain non-infeksi, seperti kondisi psikologis bayi atau ketika bayi sedang tumbuh gigi.
“Jadi kalau misalnya ada anak yang mempunyai ketakutan tertentu sampai jadi demam. Ada mungkin anak-anak yang misalnya dibawa ke tempat tertentu, kangen rumahnya, kangan sama keluarganya, terus demam. Kemudian bisa juga karena tumbuh gigi, itu dia suatu hal yang fisiologis, non-infeksi. Jadi biasanya demam satu hari dia membaik sendiri,” kata Yanuar.
Demam bisa menjadi alarm tanda bahaya, khususnya ketika orang tua mendapati anak menunjukkan gejala-gejala seperti mengigau, hilang kesadaran, atau demam mencapai 41 derajat celcius.
Tanda bahaya lainnya ketika demam disertai dengan munculnya warna kemerahan di bawh kulit bayi serta benjolan atau bengkak yang tidak lazim pada tubuh bayi.
Jika tanda-tanda ini terjadi, meskipun demam baru berlangsung selama satu hari, segera periksakan buah hati ke dokter.
“Jadi misalnya orang tua kadang-kadang baru ngeh ‘oh ini lehernya bengkak’ atau misalnya ada tanda-tanda bengkak di tangan atau kaki, biarpun panasnya satu hari, langsung dibawa ke dokter. Bila perlu emergency, langsung bawa ke UGD. Enggak usah tunggu lagi besok,” kata Yanuar.

















