Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangkau Para Lansia, Para Kader Posyandu se-Jateng Jadi Agen Perlinsos
Kepala Dispermadescapil Jateng Nadi Santoso di ruang kerjanya, kantor Dispermadescapil Jateng Jalan Menteri Supeno Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Dispermadescapil Jawa Tengah menugaskan kader Posyandu sebagai agen perlindungan sosial untuk menjangkau lansia dan warga miskin yang kesulitan mengakses bantuan sosial melalui ponsel.

  • Kader akan menyusuri desa hingga rumah warga, mendampingi pendaftaran, serta memverifikasi ketepatan sasaran bansos; sosialisasi telah dikoordinasikan di Purbalingga, Wonosobo, Pati, dan Boyolali.

  • Program Pandu Tangguh diluncurkan 2 November 2026 untuk memperkuat Posyandu sebagai pusat informasi dan pendampingan layanan dasar, termasuk pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (1/11/2026)

Dispermadescapil Jawa Tengah menyatakan kader Posyandu akan ditugaskan sebagai agen Perlinsos untuk membantu lansia dan warga miskin mengakses serta mendaftar bansos. Koordinasi sosialisasi telah dilakukan dengan sejumlah pemerintah kabupaten.

Senin besok (2/11/2026)

Program Pandu Tangguh resmi diluncurkan untuk memperkuat Posyandu sebagai pusat informasi dan pendampingan layanan dasar, termasuk perlindungan sosial dan pemanfaatan IKD.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seluruh kader Posyandu di Jawa Tengah diberi tugas tambahan sebagai agen perlindungan sosial untuk membantu pendataan, pendaftaran, dan verifikasi penerima bantuan sosial.
  • Who?
    Kader Posyandu se-Jawa Tengah, Dispermadescapil Jawa Tengah, pemerintah kabupaten dan kota, serta lansia dan warga kurang mampu menjadi sasaran pendampingan.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di Jawa Tengah, termasuk sosialisasi di Kabupaten Purbalingga, Wonosobo, Pati, dan Boyolali, hingga ke desa, kampung, serta rumah warga.
  • When?
    Program Pandu Tangguh dijadwalkan diluncurkan pada 2 November 2026. Keterangan mengenai penggerakan kader disampaikan Nadi Santoso pada 1 November 2026.
  • Why?
    Pelibatan kader ditujukan agar warga yang kesulitan mengakses bantuan sosial melalui telepon genggam, terutama lansia dan warga miskin, tetap tercatat dan menerima pendampingan.
  • How?
    Kader akan menyusuri permukiman, mendatangi rumah warga, mendampingi pendaftaran, memverifikasi data penerima manfaat, serta memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital untuk akses layanan terintegrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kader Posyandu di Jawa Tengah akan membantu kakek, nenek, dan warga miskin mendapat bantuan sosial. Mereka akan datang ke desa dan rumah warga untuk mendata serta membantu daftar. Mereka juga memakai Identitas Kependudukan Digital. Besok, pemerintah meluncurkan program Pandu Tangguh agar layanan lebih dekat untuk warga yang butuh bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelibatan kader Posyandu sebagai agen perlindungan sosial menunjukkan upaya memperluas jangkauan layanan hingga ke rumah-rumah warga rentan. Dengan pendampingan langsung, verifikasi data yang lebih akurat, serta dukungan IKD, lansia dan warga kurang mampu yang terkendala informasi atau akses digital berpeluang lebih mudah terhubung dengan bantuan dan layanan dasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Ratusan ribu bahkan jutaan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Jawa Tengah akan digerakan untuk menjangkau lansia dan warga miskin sebagai penerima manfaat bantuan sosial (bansos). Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pencatatan Sipil (Dispermadescapil) Jawa Tengah memastikan semua kader Posyandu mendapat tugas tambahan sebagai agen Perlinsos. 

Kepala Dispermadescapil Jateng, Nadi Santoso mengungkapkan pelibatan kader Posyandu bertujuan untuk membantu pemerintah menyalurkan bansos yang tepat sasaran. 

"Nah, kami menginisiasi gerakan Posyandu sebagai agen Perlinsos. Supaya warga yang kesulitan mengakses bansos dari perangkat telepon genggam tetap bisa tercatat sebagai penerima bantuan. Utamanya bagi lansia dan warga kurang mampu yang kesulitan akses nantinya dibantu melalui agen Perlinsos," kata Nadi kepada IDN Times, Minggu (1/11/2026). 

Setiap kader Posyandu akan digerakan menyusuri desa-desa, kampung-kampung hingga masuk ke rumah warga guna memastikan apakah bansos sudah tepat sasaran atau belum. 

Penggerakan seluruh kader Posyandu dioptimalkan guna mendampingi langsung pendaftaran warga. Ia mencontohkan sudah ada ooordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menyosialisasikan kegiatan agen Perlinsos di Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Pati dan Kabupaten Boyolali. 

Ia berharap agar setiap agen Perlinsos meningkatkan akurasi data verifikasi untuk penerima manfaat bansos.

Apalagi Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa punya peran vital untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. 

Untuk mempermudah penjangkauan, katanya pihaknya memanfaatkan layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD juga berfungsi sebagai instrumen pendukung akses masyarakat terhadap berbagai layanan yang terintegrasi digital.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pihaknya Senin besok (2/11/2026) secara resmi diluncurkan program bernama Perluasan Adaptif Posyandu 6 SPM Plus IKD Untuk Mewujudkan Resiliensi Masyarakat Rentan Yang Unggul Dan Berdaya Di Jawa Tengah (Pandu Tangguh). 

"Pandu Tangguh hadir sebagai langkah strategis terpadu untuk semakin mendekatkan pelayanan pemerintah, khususnya bagi masyarakat rentan yang membutuhkan informasi dan pendampingan intensif," jelasnya.

Melalui program ini, Posyandu 6 SPM tidak lagi sekadar menjadi tempat pelayanan konvensional, melainkan diperkuat perannya sebagai pusat informasi dan pendampingan layanan dasar bagi masyarakat. 

Nadi menambahkan, kehadiran kader Posyandu nantinya bisa membantu warga memahami ragam layanan yang tersedia, mendampingi proses pendaftaran perlindungan sosial, serta mengoptimalkan pemanfaatan IKD. 

"Dengan demikian, masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan informasi maupun akses pelayanan dapat terbantu secara optimal," urainya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article