Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jateng Dapat Kiriman 28 Ribu Ton Beras Impor,Jaga Stok Bulan Puasa
Aktivitas pekerja di gudang BULOG Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Semarang, IDN Times - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Tengah menyatakan proses pengiriman beras impor sedang dilakukan pemerintah pusat menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mengamankan ketersediaan pangan selama Bulan Ramadan dan Idulfitri 1445 Hijriyah. 

1. Beras impor dalam perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Emas

Ilustrasi beras Bulog. (dok. Humas Perum BULOG tahun 2023)

Pimpinan Kanwil Bulog Jateng, Akhmad Kholisun mengatakan ada sebanyak 28 ribu ton beras impor yang dikirim ke Tanjung Emas Semarang menggunakannya armada kapal. 

"Stok beras Bulog sejumlah 80 tibu ton di seluruh gudang milik kami. Ini ditambah dengan beras impor di Tanjung Emas sejumlah 30 ribu ton dan ditambah kapal dalam perjalanan 28 ribu ton. Stok ini kami rasa sangat cukup untuk hadapi kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri," ujar Akhmad. 

2. Warga tidak perlu khawatir selama puasa

Harga beras turun Rp300 perak di pasar Sayur Magetan. IDN Times/ Riyanto

Lebih lanjut, ia menyampaikan dengan adanya pasokan beras impor di Tanjung Emas Semarang diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras yang ada selama momentum bulan puasa sampai Lebaran 1445 Hijriyah nanti akan tetap aman dan lancar. 

"Harapannya ke masyarakat tidak perlu khawatir karena stok Bulog masih sangat mencukupi untuk kebutuhan bulan puasa," jelasnya. 

3. Penyaluran beras SPHP dilakukan masif

Ilustrasi beras murah. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Di samping itu, proses pengendalian harga juga dilakukan dengan menyalurkan beras standar SPHP ke tiap kabupaten/kota. Sasaran penyaluran beras SPHP ialah ke masing-masing ritel dan toko modern untuk mengamankan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Menurut Akhmad, proses penyaluran beras SPHP dikerjakan masif melalui saluran distributor dan saluran ritel yang menjadi mitra kerja Bulog. 

Penjualan beras SPHP katanya kini dilayani di masing-masing pasar tradisional, ritel modern dan toko pangan mitra Bulog. 

"Kira lakukan sangat masif untuk pengiriman beras SPHP di saluran distributor dan saluran ritel. Baik itu lewat ritel modern dan ritel tradisional. Untuk tahapannya dilaksanakan mandiri dari Bulog dan pemerintah. Dengan pasokan SPHP ke toko dan titik yang diperkirakan masyarakat butuhkan beras bisa kendalikan harga," terangnya. 

4. Dishanpan pastikan ketersediaan beras sudah mencukupi

Ilustrasi stok beras di Gudang Bulog.(IDN Times/VadhiaLidyana)

Sedangkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah, Dyah Lukisari berkata pihaknya sedang berusaha menghitung secara cermat mengenai potensi ketersediaan pangan bagi wilayah Jawa Tengah. 

"Untuk bulan Maret ini perhitungan kita ketersediaan pangan beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, gula pasir itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ungkap Dyah. 

5. Ketersediaan beras sudah surplus

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/Spt

Sementara dalam melihat ketersediaan pasokan beras, ia mengemukakan sebenarnya diperkirakan meningkat karena Maret telah memasuki masa panen.

Bahkan, dari penghitungan prognosa panen padi dengan metode kerangka sampel area, pihaknya menekankan ketersediaan beras bulan ini sudah mencukupi. 

"Dalam posisi sekarang ini beras itu kenapa kemudian cukup dan surplus karena memang berdasarkan perhitungan prognosa panen padi dengan metide kerangka sampel area yang dihitung oleh BPS itu bulan Maret ini panennya sudah meningkat cukup drastis. Kalau kemarin Januari Februari itu panen ada, tapi masih sedikit jadi masih defisit. Cuman yang Maret ini sudah surplus, sehingga cukup," tegasnya. 

Editorial Team

Related Article