Sekda Jateng Sumarno membuka ajang pameran produk Koperasi dan UMKM pada rangkaian Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Menurut Sekda Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
"Pemerintah Republik Indonesia punya gawe yang cukup besar, bagaimana menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan dengan membangun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)," kata Sumarno saat memberikan sambutan.
Untuk memastikan program tersebut berkelanjutan, Pemprov Jateng bahkan melakukan langkah yang tidak banyak dilakukan daerah lain, yakni mengintegrasikan pendidikan perkoperasian ke dalam pembelajaran di sekolah.
Melalui Program Insersi Pendidikan Perkoperasian, Jawa Tengah menjadi provinsi pelopor yang menerapkan pendidikan koperasi secara sistematis dan berkelanjutan dengan sasaran sekitar 6,38 juta peserta didik mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB.
"Kita punya konsep untuk insersi pendidikan koperasi, karena apa? pemahaman terhadap konsep koperasi mungkin belum dipahami secara utuh," ujarnya.
Menurut Sumarno, Pemprov Jateng akan menjalankan program tersebut pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB sesuai kewenangannya.
Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota berkolaborasi mengimplementasikan pendidikan koperasi pada jenjang SD dan SMP, sehingga pemahaman tentang koperasi dapat ditanamkan sejak usia dini dan menjadi fondasi penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di masa depan.