Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kafilah MTQ Bakal Hadapi Panas Semarang, Dehidrasi Jadi Ancaman

Kota Semarang
Kafilah MTQ Bakal Hadapi Panas Semarang, Dehidrasi Jadi Ancaman
Kota Semarang sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.meluncurkan logo, maskot, dan tema resmi acara tersebut di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (26/6/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • Dinkes Kota Semarang mengantisipasi risiko dehidrasi bagi ribuan kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 akibat cuaca panas dan mobilitas peserta selama kegiatan.
  • Dinkes akan berkoordinasi dengan panitia untuk menyediakan air minum isi ulang di setiap venue serta melibatkan petugas promosi kesehatan untuk edukasi.
  • Peserta diimbau tidak menunggu haus, cukup minum, dan beradaptasi dengan cuaca agar tetap bugar menjalani jadwal perlombaan yang padat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Cuaca panas Kota Semarang menjadi satu hal yang ikut diperhitungkan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang berupaya mengantisipasi ribuan kafilah yang datang dari berbagai daerah dari ancaman dehidrasi.

  1. 1. Ancaman dehidrasi jadi perhatian

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
    Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar cuaca panas tidak mengganggu kondisi fisik peserta selama mengikuti kompetisi.

    “Semarang panasnya memang luar biasa. Kafilah ini datang dari berbagai daerah yang mungkin kondisi cuacanya tidak seperti Semarang,” ujar, Rabu (9/9/2026).

    Salah satu risiko kesehatan yang menjadi perhatian Dinkes adalah dehidrasi. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk.

    Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan karena para kafilah tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga menjalani mobilitas dan berbagai kegiatan selama MTQ Nasional berlangsung.

  2. 2. Pastikan air minum tersedia di lokasi kegiatan

    Air Mineral (pixabay.com/PublicDomainPictures)
    Air Mineral (pixabay.com/PublicDomainPictures)

    Hakam mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan akses terhadap air minum tersedia di lokasi-lokasi kegiatan.

    “Pastinya nanti kita juga akan menyampaikan kepada panitia. Harus menyediakan air isi ulang yang mungkin bisa didapatkan di setiap venue,” katanya.

    Ketersediaan air isi ulang dinilai penting agar peserta tidak kesulitan memenuhi kebutuhan cairan, terutama ketika harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

    Selain menyiapkan akses air minum, Dinkes Kota Semarang juga akan melibatkan petugas promosi kesehatan untuk memberikan edukasi kepada para peserta.

  3. 3. Peserta diminta tidak menunggu haus

    ilustrasi seseorang merasa haus (freepik.com/freepik)
    ilustrasi seseorang merasa haus (freepik.com/freepik)

    Pesan yang diberikan sederhana, tetapi penting, yakni peserta diminta tidak menunggu haus untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    “Kami akan mengingatkan, jangan sampai terjadi dehidrasi,” ujar Hakam.

    Edukasi tersebut nantinya juga akan disampaikan kepada panitia agar aspek kesehatan peserta menjadi bagian dari pengelolaan kegiatan di berbagai venue MTQ Nasional XXXI.

    Hakam menyampaikan, kondisi fisik peserta menjadi perhatian karena mereka harus mengikuti perlombaan dengan jadwal yang cukup padat.

  4. 4. Pastikan peserta cukup minum dan mampu beradaptasi

    Ilustrasi wanita minum air dari botol
    Ilustrasi wanita minum air dari botol

    Maka itu, upaya menjaga kebugaran tidak hanya dilakukan melalui kesiapan fasilitas kesehatan. Pencegahan juga menjadi bagian penting, termasuk memastikan peserta cukup minum dan mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca Semarang.

    “Kami mengharapkan mereka harus sehat walafiat, karena mereka setiap hari harus melakukan perlombaan dan jumlah perlombaan juga cukup banyak,” katanya.

    Dinkes berharap para kafilah dapat mengikuti seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI dengan kondisi prima. Sebagai tuan rumah, Pemkot Semarang juga ingin memastikan perbedaan kondisi cuaca tidak menjadi persoalan kesehatan bagi peserta yang datang dari luar daerah.

    “Kami sebagai tuan rumah harus bisa memberikan fasilitas yang terbaik untuk para kafilah yang datang ke Kota Semarang,” pungkas Hakam.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More