Banyumas, IDN Times - Kematian Sutrimo (42 tahun), warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang ditemukan tak sadarkan diri pada Kamis, (23/8/2026), di depan Klinik Mordent Aesthetic Clinic, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terus menyisakan misteri.
Pria yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) atau penjaga rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah itu ditemukan dalam kondisi mulut dan hidung berbusa. Ia dilarikan dengan ambulans ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba.
Jenazah dimakamkan pada malam yang sama di TPU Bantaragung, Desa Wlahar, setelah tiba di kampung halaman sekitar pukul 22.00 WIB dalam kondisi sudah dimandikan dan dikafani.
Awalnya keluarga menerima kematian itu dengan ikhlas, namun seiring berjalannya waktu, sejumlah kejanggalan muncul dan mendorong laporan polisi, yang berujung pada ekshumasi (pembongkaran makam) pada Rabu, 12 Agustus 2026 oleh Polda Metro Jaya bersama Polda Jawa Tengah dan tim forensik gabungan.
