Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemenkes Ungkap 70 Korban Bullying Sudah Lapor ke Polda Jateng

Kemenkes Ungkap 70 Korban Bullying Sudah Lapor ke Polda Jateng
Seorang pewarta foto memotret suasana salah satu gedung Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) di kawasan kompleks RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.
Intinya Sih
  • Kemenkes laporkan 70 korban bullying ke Polda Jateng, termasuk dari Undip dan kampus lainnya.
  • Bukti-bukti dan daftar saksi sudah dilampirkan dalam berkas perkara pelimpahan ke Polda.
  • Kemenkes menyerahkan hasil investigasi secara resmi ke Polda Jateng untuk diproses secara scientific crime investigation.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan terdapat 70 korban bullying yang telah dilimpahkan ke Polda Jawa Tengah untuk selanjutnya ditindaklanjuti lebih mendalam. Dari ke-70 korban tersebut meliputi dari Undip dan juga beberapa kampus lainnya. 

1. Siapkan barang bukti dan para saksi

Wakil Rektor IV Undip Wijayanto, Dekan FK Undip dr Yan Wisnu Prajoko, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago, Direktur Layanan Operasional RS Kariadi dr Aba Mahaba Yang Putra dan tim hukum Undip Khoirul Anam saat memberi keterangan ke media. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Wakil Rektor IV Undip Wijayanto, Dekan FK Undip dr Yan Wisnu Prajoko, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago, Direktur Layanan Operasional RS Kariadi dr Aba Mahaba Yang Putra dan tim hukum Undip Khoirul Anam saat memberi keterangan ke media. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Irjen Kemenkes, drg Murti Utami menuturkan semua bukti-bukti sudah dilampirkan dalam berkas perkara pelimpahan ke Polda. 

Termasuk ada juga daftar para saksi dan kuasa hukum korban. "Ada 70 korban perundungan sudah dilimpahkan ke Polda Jateng untuk diproses. Kami siapkan bukti sesuai permintaan Polda Jateng. Dari bukti, saksi, kuasa hukum dan lainnya," ujarnya di Mapolda Jateng, Senin (30/9/2024).

Hari ini kepentingannya datang ke Polda Jateng semata untuk mendampingi Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha untuk bertemu Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.

2. Ada 70 korban bullying belum diperiksa

Ilustrasi self-bullying(pexel.com/Liza Summer)
Ilustrasi self-bullying(pexel.com/Liza Summer)

Sementara dari keterangan Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora diketahui bahwa 70 korban bullying ini belum diperiksa secara rinci. Namun, saat ini, pihaknya masih fokus ke laporan investigasi yang disodorkan Kemenkes di RSUP Kariadi.

"Jadi bukti itu yang kami tindaklajuti. 70 korban lainnya yang melapor mungkin porsi berbeda," paparnya. 

3. Polda Jateng rahasiakan identitas korban

Penampakan Paviliun Garuda RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Penampakan Paviliun Garuda RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kemenkes juga telah menyerahkan hasil investigasi secara resmi ke Polda Jateng. Bukti yang diserahkan ke penyidik diproses secara scientific crime investigation. 

Lebih lanjut, ia menyarankan kepada para korban bullying lainnya sebaiknya membuat berita acara perkara ke Polda agar secepatnya ditindaklanjuti.

Untuk kerahasiaan identitas nama akan dijamin pihaknya. Karena sudah ada kesepakatan dengan Kemenkes dan Kemendikbud Ristek. "Kami terbuka dan kerahasiaan pastinya dijamin kepolisian, Kemenkes, dan Kemendikbud," tutur Johanson. 

4. Polda Jateng akan lakukan gelar perkara

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Yan Wisnu Prajoko sekaligus Dokter Spesialis Bedah dengan Subspesialis Bedah Onkologi serta dosen pendidikan dokter spesialis-subspesialis yang aktivitas klinisnya diberhentikan sementara di RSUP Kariadi Semarang, saat menghadiri aksi solidaritas bertajuk Bersama Membangun Pendidikan Bermartabat di FK Undip, Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/9/2024). (ANTARA FOTO/Aji Styawan/Spt.)
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Yan Wisnu Prajoko sekaligus Dokter Spesialis Bedah dengan Subspesialis Bedah Onkologi serta dosen pendidikan dokter spesialis-subspesialis yang aktivitas klinisnya diberhentikan sementara di RSUP Kariadi Semarang, saat menghadiri aksi solidaritas bertajuk Bersama Membangun Pendidikan Bermartabat di FK Undip, Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/9/2024). (ANTARA FOTO/Aji Styawan/Spt.)

Soal apakah Dekan FK Undip dr Yan Wisnu Prajoko dan Kaprodi Anestesi Undip turut diperiksa penyidik, pihaknya belum mengecek lebih lanjut. 

Pihaknya juga bakal melakukan gelar perkara dalam waktu dekat. Gelar perkara untuk menentukan perkara naik ketahap penyidikan atau sebaliknya.

"Nanti kita cek karena banyak sekali namanya dari Undip. Nanti menunggu hasil analisa kalau sudah waktunya kita gelar," kata Johanson. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More