Kemenlu Diminta Segera Pulangkan 11 Warga yang Tertahan di Tiongkok

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Luar Negeri untuk lekas memulangkan 11 warganya yang saat ini masih tertahan di Tiongkok.
1. Ganjar ngaku ada mahasiswa Jateng yang kehabisan uang di Tiongkok

Ganjar menyebut upaya pemulangan saat ini masih terus dilakukan lantaran beberapa warga yang jadi mahasiswa di sana mengaku kehabisan uang.
"Yang sisanya akan kita bantu, karena beberapa yang lain sambat tidak punya uang untuk pulang," ujar Ganjar di Klenteng Sam Poo Kong Jalan Kaligarang, Semarang, Minggu (2/2).
2. Ganjar masih tunggu informasi lanjutan dari Tiongkok

Lebih jauh, Ganjar menuturkan saat ini masih berkomunikasi secara intens dengan Kemenlu. Pihaknya juga masih menunggu informasi terkini dari pemerintah Tiongkok untuk memulangkan 11 warga Jateng tersebut.
Ganjar mengklaim saat ini siap membantu proses pemulangan mereka dari berbagai kota di Tiongkok.
"Masih kami upayakan, masih menunggu komunikasi Kementerian Luar Negeri dengan pemerintah Tiongkok. Kami berharap bisa secepatnya," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, selama ini ada 15 mahasiswa asal Jateng yang tertahan di Tiongkok pasca virus Corona merebak di Wuhan dan kota-kota sekitarnya. Dari jumlah itu, empat orang berhasil dipulangkan pada Sabtu malam kemarin.
3. Empat mahasiswa asal Banyumas dinyatakan negatif virus Corona

Lebih jauh lagi, Ganjar menjelaskan keempat mahasiswa yang dipulangkan merupakan warga Banyumas. Setelah diperiksa ulang oleh tim medis RSUD dr Margono, katanya mereka dinyatakan negatif dari penularan virus Corona.
Menurutnya pemeriksaan sudah melalui tahapan Anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium dan foto rontgen. "Tidak ditemukan gejala yang masuk kategori Novel Coronavirus (nCoV). Tidak ada riwayat kontak dengan penderita, sehingga masuk dalam kategori pemantauan saja karena belum suspect," katanya.
Ganjar menambahkan tim medis RSUD Margono masih tetap melakukan pemantauan perkembangan kesehatan keempat mahasiswa itu. Pun demikian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.



















