REI Expo 2026 Solo Tawarkan Hunian, Momentum Beli Rumah

- REI Expo 2026 di Solo Paragon Mall menghadirkan berbagai pilihan hunian, dari subsidi hingga komersial, dengan beragam kemudahan bagi masyarakat selama 17–26 April 2026.
- Pembangunan rumah tapak diprediksi makin terbatas lima tahun ke depan, sementara hunian vertikal dinilai lebih mahal dan memiliki ruang sosial yang lebih sempit.
- Suku bunga KPR rendah dan insentif PPN menjadi daya tarik utama pameran, mendorong transaksi tinggi serta memperkuat sektor properti di wilayah Soloraya.
Surakarta, IDN Times – Pameran properti Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Soloraya digelar pada 17–26 April 2026 di Solo Paragon Mall. Bertajuk REI Expo 2026, ajang itu menghadirkan berbagai pilihan hunian, mulai dari rumah subsidi hingga komersial, yang ditawarkan dengan beragam kemudahan bagi masyarakat.
Sejumlah pihak menilai pameran ini menjadi momen tepat untuk membeli rumah, di tengah proyeksi perubahan tren hunian beberapa tahun ke depan.
1. Rumah tapak diprediksi makin langka

Wakil Ketua Bidang Regulasi DPD REI Jawa Tengah, Bambang Sriyanto, menyebut pembangunan rumah tapak (landed house) diperkirakan akan semakin terbatas dalam lima tahun mendatang.
“Ini jadi momentum yang sangat baik karena stok rumah saat ini masih berupa rumah tapak. Ke depan, kemungkinan besar hunian akan bergeser ke vertikal dengan biaya yang lebih tinggi,” ujarnya saat pembukaan, Jumat (17/4/2026).
Ia juga menyoroti bahwa hunian vertikal tidak hanya mahal dari sisi harga, tetapi juga memiliki biaya operasional yang lebih besar serta ruang sosial yang lebih terbatas dibanding rumah tapak.
2. Pemkot dorong hunian berkualitas dan terjangkau

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Solo, Bambang Yuniarto, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor properti yang sehat dan inklusif.
“Kami ingin pembangunan hunian tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga kualitas lingkungan, aktivitas warga, serta keterjangkauannya,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pengembang menjadi kunci dalam menghadirkan perumahan yang layak sekaligus berkelanjutan bagi masyarakat.
3. Suku bunga rendah jadi daya tarik

Ketua REI Komisariat Soloraya, Oma Nuryanto, optimistis pameran ini mampu mencatatkan transaksi tinggi, meski kondisi ekonomi global masih menantang di awal 2026.
“Saat ini bunga KPR masih relatif rendah, sekitar 4 sampai 5 persen. Ini kesempatan bagus bagi masyarakat untuk memiliki rumah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, insentif pemerintah berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang masih berlaku hingga akhir tahun juga menjadi faktor pendorong minat beli.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, REI Expo 2026 diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan hunian sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti di Soloraya.


















