Para Pedagang Ketar-ketir Tekor Jelang Penutupan Jalan Gombel Lama

- Warga dan pedagang di sekitar Jalan Gombel Lama Semarang resah karena kurangnya sosialisasi terkait proyek perbaikan jalan yang akan menutup akses utama mereka.
- Pedagang seperti Shifa dan Sulis khawatir kehilangan penghasilan selama penutupan jalan berlangsung, sementara kompensasi dari pihak terkait belum jelas.
- Pihak BPJN melalui PPK 33 BBPJN Jateng-DIY menjanjikan percepatan proyek, menargetkan penyelesaian dalam tiga hingga empat bulan meski awalnya direncanakan tujuh bulan.
Semarang, IDN Times - Proses perbaikan Jalan Gombel Lama di Kelurahan Tinjomoyo Semarang rupanya agak meresahkan warga. Musababnya, sejumlah warga setempat mengakui kurangnya sosialisasi justru menimbulkan kekhawatiran apabila selama perbaikan Jalan Gombel Lama bisa mengganggu aktivitas mereka.
Seorang pedagang angkringan di Jalan Gombel Lama, Shifa, menuturkan adanya perbaikan Jalan Gombel Lama belum ada kompensasi apapun yang diberikan pihak terkait.
"Katanya nanti didata untuk yang punya usaha, tapi belum masuk,” akunya, Minggu (19/4/2026).
Table of Content
Sopir truk dan ojol sering mampir ke warung Shifa

Shifa menyampaikan, selama berjualan di Gombel Lama dirinya memperoleh penghasilan ratusan ribu saban hari.
Penghasilan yang baginya lumayan itu didapat dari hasil jualan aneka nasi bungkus, rokok dan jajanan.
Umumnya yang mampir ke warungnya didominasi para sopir truk, tukang ojek dan pengendara motor.
“Paling banyak dari rokok, dari sopir truk atau ojek,” katanya.
Khawatir penutupan total Jalan Gombel Lama lebih dari tuju bulan

Meski akses bagi warga lokal disebut masih tersedia, ia mendapat informasi kalau nantinya Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) menyatakan ada penutupan total selama tujuh bulan lamanya.
Malahan ia mendapat informasi kalau penutupan jalan diperkirakan berlangsung lebih lama jika terkendala cuaca.
“Perkiraan mulai 20 April, penyelesaian sekitar tujuh bulan, kalau tidak ada musim hujan. Kalau ada hujan, bisa tambah lagi,” tuturnya.
BPJN janjikan perbaikan lebih cepat

Sulis, seorang pedagang lain di Gombel Lama juga mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak ekonomi akibat penutupan Gombel Lama.
“Kalau sampai tujuh bulan ini yang warga yang jualan gimana. Pasti bingung, soalnya jualannya kan terus mati,” ujarnya.
Berbeda dengan Shifa, diakui Sulis bahwa sosialisasi memang sempat dilakukan. Namun tidak semua warga memahami detail aturan dari BPJN. Dan juga belum ada kejelasan terkait kompensasi bagi warga terdampak.
“Kemarin ada sosialisasi, tapi kita kurang paham. Katanya enggak ada kompensasi, tapi ke depannya belum tahu,” katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 33 BBPJN Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal, mengklaim ada percepatan perbaikan Jalan Gombel Lama.
Ia menjanjikan meski penutupan selama tujuh bulan, tetapi perbaikan dipercepat selama tiga bulan.
“Target kita kemarin kita rencanakan tujuh bulan, tapi kami berupaya bisa lebih cepat dari itu. Kami kemarin dapat ultimatum, setidaknya tiga atau empat bulan kami upayakan sudah selesai,” ujarnya.

















