Kejurnas Karate ASKI 2026, Jateng Incar Tiga Besar Nasional

- Tim karate ASKI Banyumas Raya menjadi bagian penting kontingen Jawa Tengah di Kejurnas Karate ASKI JKA ke-9 tahun 2026 yang diikuti 700 atlet dari 23 provinsi di TMII, Jakarta.
- ASKI Jawa Tengah menargetkan posisi tiga besar nasional sebagai langkah strategis menuju seleksi Kejurnas FORKI 2026 dan peningkatan kualitas pembinaan atlet daerah.
- Kejurnas ke-9 bertepatan dengan HUT ASKI ke-54, mempertandingkan nomor kata dan kumite dengan dua sistem berbeda, serta menjadi ajang peningkatan kapasitas wasit dan juri.
Banyumas, IDN Times - Tim karate ASKI Banyumas Raya yang terdiri dari atlet dari Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga turun sebagai bagian penting dari kontingen Jawa Tengah dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate ASKI JKA ke-9 tahun 2026. Ajang ini digelar di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, dan diikuti oleh 700 karateka dari 23 provinsi di Indonesia, berlangsung selama 17–19 April 2026.
Di bawah pendampingan manajer tim Angga Firman, para karateka Banyumas Raya diharapkan mampu menyumbang hasil maksimal bagi Jawa Tengah, yang datang dengan kekuatan sekitar 100 atlet.
Kejurnas resmi dibuka oleh Ketua Umum PB FORKI yang diwakili Wakil Sekretaris Jenderal IV, Salmon A. Sitemeang. Atmosfer kompetisi langsung terasa sejak hari pertama, dengan mempertandingkan berbagai kategori mulai dari usia dini, junior, senior, hingga kelas bebas.
1. Target realistis, ambisi besar

Ketua Harian ASKI Jawa Tengah, Agil Lastono, menegaskan bahwa persaingan tahun ini tidak akan mudah. Sejumlah daerah kuat seperti DKI Jakarta dan DIY Yogyakarta kembali menjadi lawan utama dalam perebutan posisi puncak.
"Kami ingin minimal bisa masuk tiga besar nasional, target ini penting agar atlet-atlet Jawa Tengah bisa menjadi bagian dari seleksi menuju Kejurnas FORKI 2026 di Bandung dan kejuaraan lainnya,"ujar Agil kepada IDN Times yang ditemui sebelum menuju Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, Kejurnas ini tidak hanya sebagai ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju level kompetisi yang lebih tinggi. "Tolok ukur provinsi adanya di kejurnas ini, sejauh mana tim mempersiapkan atlet karatenya menghadapi setiap even,"tambahnya.
2. Kejurnas sebagai momentum pembinaan dan regenerasi

Ketua Umum ASKI, Saifullah Nasution, menekankan bahwa Kejurnas ke-9 ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi. Digelar bertepatan dengan peringatan HUT ASKI ke-54, ajang ini mengusung tema “Melangkah Bersama Menuju Prestasi Dunia.”
"Kami berharap Kejurnas ini menjadi wadah pembinaan atlet untuk mempersiapkan mereka menuju kejuaraan yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional,"kata Saifullah.
Tak hanya atlet, ajang ini juga menjadi sarana peningkatan kualitas bagi perangkat pertandingan.
"Wasit dan juri juga kami dorong untuk meningkatkan kapasitasnya, ini penting agar kualitas pertandingan semakin baik dan profesional,"tambahnya.
3. Skala besar, sistem ganda

Kejurnas kali ini mempertandingkan nomor kata dan kumite, baik perorangan maupun beregu, putra dan putri. Uniknya, sistem pertandingan dibagi menjadi dua pendekatan.
Disebut sistem tersebut adalah JKA Style (Japan Karate Association) yang telah dipertandingkan sejak hari pertama, Sistem kedua (non-JKA) untuk kategori lainnya Dari total kelas yang dipertandingkan, 24 di antaranya menggunakan sistem JKA Style, termasuk kategori veteran.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor nasional dan Event Organizer Solid Sport, penyelenggaraan Kejurnas ini dipersiapkan dalam waktu sekitar dua bulan.


















