Pernah nggak sih, kamu ngerasa deg-degan atau malah overthinking seharian cuma gara-gara atasan balas laporan panjang lebar kamu pakai satu emoji jempol (👍) doang? Di satu sisi, kamu merasa dikacangin dan nggak dihargai, padahal bosmu di seberang sana mungkin merasa itu adalah balasan yang paling sopan dan efisien.
Nah, jangan keburu resign atau baper dulu! Friksi komunikasi antar-generasi di grup WhatsApp kantor ini murni disebabkan oleh pergeseran digital linguistics (linguistik digital) yang mengubah cara otak kita memproses teks pendek. Yuk, kita bedah 4 alasan psikologis kenapa emoji sesederhana jempol bisa memicu salah paham besar di tempat kerja!
