Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kesiapan MTQ Nasional di Semarang Capai 80 Persen, Venue Masih Dikebut
KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengisi tausiyah kebangsaan dalam acara Munajat Cinta 571 di halaman Balai Kota Semarang, Jumat (14/8/2026) malam. (dok. Pemkot Semarang)
  • Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang mencapai rata-rata 80 persen, dengan pembukaan, penutupan, side event, rute Pawai Ta’aruf, dan penataan venue masih dikebut.
  • Sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi akan hadir; Pemkot menyiapkan ruang UMKM di bekas Matahari dan E-Plaza Simpang Lima agar warga mendapat manfaat ekonomi.
  • Pemkot telah membersihkan 177 masjid dan menggelar Munajat Cinta 571 yang diikuti sekitar 5.000 jemaah sebagai rangkaian penyambutan MTQ.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Semarang sedang siap-siap untuk MTQ Nasional 2026. Persiapannya sudah 80 persen. Nanti ada sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi datang. Pemerintah masih membenahi tempat acara dan jalan pawai. Sebanyak 177 masjid sudah dibersihkan. Warga kecil juga boleh berjualan di gerai UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang tinggal menghitung hari. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut persiapan perhelatan nasional yang akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi itu kini berada di angka rata-rata 80 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menghadiri Munajat Cinta 571 di halaman Balai Kota Semarang, Jumat (14/8/2026) malam. Sekitar 5.000 jemaah hadir dalam doa bersama dan salawat akbar yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut MTQ Nasional XXXI.

“Secara keseluruhan, persiapan acara utama seperti pembukaan, penutupan, hingga rangkaian side event rata-rata sudah menyentuh 80 persen,” kata Agustina.

Dengan waktu pelaksanaan yang tersisa kurang dari satu bulan, Pemkot Semarang kini mengejar sejumlah pekerjaan teknis yang belum rampung. Dua di antaranya adalah pemantapan rute Pawai Ta’aruf dan penataan kawasan di sekitar lokasi atau venue MTQ.

1. 8.000 peserta dari 38 provinsi bakal masuk Semarang

Pemerintah Kota Semarang menggelar acara Munajat Cinta 571 di halaman Balai Kota Semarang, Jumat (14/8/2026) malam. (dok. Pemkot Semarang)

MTQ Nasional XXXI bukan sekadar agenda keagamaan. Ribuan peserta, pendamping, official, dan tamu dari berbagai daerah akan berkumpul di Semarang.

Pemkot Semarang memperkirakan sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi akan hadir. Skala tersebut membuat kesiapan kota tidak cukup hanya diukur dari kesiapan panggung dan lokasi lomba. Arus mobilitas peserta, kebersihan kawasan, tempat ibadah, hingga ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal ikut menjadi bagian yang disiapkan pemerintah.

Agustina mengatakan, Pemkot ingin kehadiran ribuan tamu tersebut memberikan dampak langsung terhadap ekonomi warga.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk mengambil bagian. Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Semarang,” ujarnya.

Pemkot menyiapkan gerai UMKM di bekas gedung Matahari dan bekas E-Plaza di kawasan Simpang Lima.

2. 177 masjid sudah dibersihkan

Kota Semarang sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.meluncurkan logo, maskot, dan tema resmi acara tersebut di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (26/6/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Persiapan juga menyasar fasilitas ibadah. Sejak Mei 2026, Pemkot Semarang melalui Gerakan Resik-Resik Tempat Ibadah telah menyasar 177 masjid di berbagai kelurahan.

Program tersebut akan diperluas ke masjid dan area sekitar lokasi penyelenggaraan MTQ. Langkah ini disiapkan untuk menyambut peserta dan tamu yang akan menjalankan aktivitas keagamaan selama berada di Semarang.

Sementara, untuk membangun atmosfer MTQ di masyarakat, Pemkot sebelumnya telah menggelar Konser Cinta di 14 kecamatan.

Semarang tidak hanya menjadi tuan rumah. Sebanyak 16 putra-putri Kota Semarang juga dipercaya memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam MTQ Nasional XXXI. Dua di antaranya merupakan peserta tunanetra.

Kehadiran wakil Semarang dalam kontingen Jawa Tengah sekaligus menjadi gambaran bahwa masyarakat lokal tidak hanya ditempatkan sebagai penonton dalam perhelatan tersebut.

3. Munajat libatkan 5.000 jemaah

Ilustrasi MTQ Nasional. (dok. Pemkot Semarang)

Sementara di tengah persiapan teknis, Pemkot menggelar Munajat Cinta 571 sebagai bagian dari rangkaian menuju MTQ Nasional. Acara diawali Gema Khatmil Qur’an sebanyak 31 kali oleh 31 tahfiz sejak sore. Malam harinya, sekitar 5.000 jemaah mengikuti Istighosah Akbar yang dipimpin 19 ulama dan kiai.

Rangkaian acara juga diisi Parade Tari Sufi oleh 31 penari, Parade Hadroh yang melibatkan 270 personel dari 16 kecamatan, serta salawat bersama Gus Azmi Askandar.

Dalam tausiyah kebangsaannya, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengajak masyarakat mensyukuri berbagai anugerah yang diterima sebagai manusia, bangsa Indonesia, dan umat Nabi Muhammad SAW. Rasa syukur tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dengan menggunakan setiap nikmat sesuai fungsinya.

Agustina menambahkan, MTQ Nasional menjadi momentum bagi Semarang menunjukkan karakter sebagai kota perjumpaan. Maka itu, kesiapan kota tidak hanya berkaitan dengan lokasi perlombaan, tetapi juga bagaimana seluruh kota mampu menjadi ruang yang nyaman bagi para tamu.

“Kota Semarang sejak dahulu tumbuh sebagai kota perjumpaan. Ketika dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan nasional, kita ingin menunjukkan karakter tersebut dengan menjadikan seluruh kota ini sebagai rumah besar yang hangat bagi para tamu,” tuturnya.

Dengan persiapan rata-rata baru mencapai 80 persen dan waktu kurang dari satu bulan, pekerjaan Pemkot Semarang kini masuk fase akhir. Rute Pawai Ta’aruf, penataan venue, fasilitas pendukung hingga keterlibatan UMKM menjadi sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum ribuan kafilah dari seluruh Indonesia tiba di ibu kota Jawa Tengah.

Pemkot berharap MTQ Nasional XXXI tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi meninggalkan dampak bagi ekonomi warga sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota yang toleran dan harmonis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article