Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kronologi Relawan Ganjar Dianiaya di Boyolali, Dipicu Knalpot Brong
(Ilustrasi pemukulan) IDN Times/istimewa

Semarang, IDN Times - Pihak Kodam IV Diponegoro Semarang melakukan penyelidikan terhadap kasus keributan yang terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali.

Keributan itu terjadi di depan markas Raider Boyolali Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (30/12/2023).

1. Kodam Diponegoro selidiki motif penganiayaan

Ilustrasi perkelahian, (IDN Times/Sukma Shakti)

Kapendam IV Diponegoro, Kolonel Ricard Horison membenarkan ihwal kejadian tersebut. Pihaknya masih memperdalam penyelidikan untuk mengetahui motif kasus penganiayaan terhadap dua orang sipil yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota TNI AD.

"Informasi sementara yang diterima, bahwa peristiwa tersebut terjadi secara sepontanitas karena adanya kesalah pahaman antara kedua belah pihak," katanya dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times. 

2. Beberapa anggota Raider Boyolali dengar suara bising

ilustrasi knalpot motor (unsplash.com/Artem Beliaikin)

Ia mengatakan keributan yang muncul di depan Markas Raider Boyolali berawal sekitar jam 11.19 WIB siang. Saat itu, beberapa anggota Kompi B yang sedang bermain bola voli.

Akan tetapi tiba-tiba mereka mendengar suara bising rombongan sepeda motor knalpot brong yang belakangan diketahui bahwa oleh pengendaranya dimain-mainkan gasnya saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali. 

"Seketika itu beberapa anggota yang sedang bermain bola voli tersebut keluar gerbang dan saat itu dilihatnya rombongan pengendara sepeda motor knalpot brong sudah berlalu melintas di depan Markas Kompi B," urainya. 

3. Sempat terlibat cekcok

Ilustrasi garis polisi. (pexels.com/kat wilcox)

Meski begitu, masih ada lagi dua orang pengendara sepeda motor dengan knalpot brong yang sedang memain-mainkan gas sepeda motornya. 

Tak lama lalu dihentikan dan ditegur oleh anggota. Selanjutnya terjadi cekcok mulut hingga berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota.

"Anggota TNI tersebut pada awalnya hanya menegur agar kedua orang tersebut tertib berlalu lintas dengan tidak memain-mainkan gas sepeda motornya yang dikendarai (knalpot brong). Karena menimbulkan suara bising dan mengganggu orang-orang di sekitar jalan," ujar Ricard. 

Editorial Team

Related Article