Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kunjungan Museum Keraton Solo Naik 80 Persen Saat Libur Lebaran
Pengujung memasuki Museum Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Revitalisasi Museum Keraton Kasunanan Surakarta menarik minat wisatawan dengan tambahan diorama sejarah dan pertunjukan gamelan pamor yang menghadirkan nuansa budaya baru selama libur Lebaran.
  • Kunjungan museum melonjak hingga 80 persen, mencapai sekitar 1.040 orang per hari, didorong oleh wisatawan luar kota yang menjadikan Keraton Surakarta sebagai destinasi favorit Idulfitri.
  • Pengelola memperpanjang jam operasional hingga pukul 16.00 WIB dan menetapkan tiket Rp35 ribu untuk umum serta Rp25 ribu bagi pelajar agar pengunjung lebih leluasa menikmati koleksi museum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Memasuki masa libur Idulfitri 2026, jumlah pengunjung di Museum Keraton Kasunanan Surakarta mengalami lonjakan signifikan.

Revitalisasi museum menjadi daya tarik utama wisatawan yang ingin melihat kembali kondisi keraton pasca ditutup lantaran adanya konflik internal keraton.

1. Revitalisasi Museum Dorong Daya Tarik Wisata

Pengujung memasuki Museum Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan adanya revitalisasi Museum Keraton menjadi daya tarik wisatawan yang ingn melihat koleksi benda peninggalan bersejarah. Kendati baru 25 persen direvitalisasi namun respon pengunjung begitu senang ditamah lagi dengan ornamen dan media baru seperti diorama yang menceritakan sejarah Keraton Kasunanan Surakarta.

Selain itu, pihaknya juga menampilkan live gamelan pamor untuk menyambut wisatawan. Gamelan tersebut dimainkan oleh para abdi dalem selama libur lebaran ini.

“Selain ada revitalisasi museum yang baru, kami juga ada gamelan yang ditampilkan sebagai wahana baru untuk menambah daya tarik tapi jangan dilihat dari gamelan dan pengrawitnya, gamelan itu adalah gamelan pamor itu sebuah upaya untuk melahirkan nilai-nilai baru, itu adalah hasil karya dengan teknologi baru yang melahirkan gamelan pamor,” jelasnya, Senin (23/3/2026).

Selain itu keberadaan museum ini diharapkan bisa menjadi menjadi pusat kebudayan sekaligus tujuan utama orang berwisata ke Kota Solo.

2. Kunjungan wisata tembus 1.000 orang per hari.

Live gamelan pamor yang dimainkan di Museum Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Staf museum Keraton Surakarta sekaligus pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, BRM Suryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan daya tarik museum, terutama setelah dilakukan revitalisasi.

Meski revitalisasi baru mencakup sekitar seperempat dari keseluruhan area museum, langkah ini dinilai cukup efektif untuk menarik minat pengunjung. Ia berharap ke depan akan ada kelanjutan revitalisasi agar kualitas museum semakin baik dan mampu memberikan pengalaman yang lebih maksimal bagi wisatawan.

“Kami berusaha supaya museum lebih dikenal lagi setelah revitalisasi. Harapannya tahun depan ada lanjutan agar kondisinya semakin baik,” ujarnya.

Memasuki masa libur Idulfitri, jumlah pengunjung mengalami lonjakan signifikan. Dalam dua hari terakhir, peningkatan kunjungan bahkan mencapai sekitar 80 persen dibanding hari biasa.

Menurut Suryanto, wisatawan dari luar kota mulai berdatangan ke Surakarta, dan Keraton Kasunanan Surakarta menjadi salah satu destinasi favorit.

Ia menyebutkan, pada hari Minggu lalu jumlah pengunjung hampir mencapai 1.040 orang dalam sehari. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring arus wisatawan yang masih mengalir selama libur Lebaran.

“Sekarang sudah banyak yang tidak hanya bersilaturahmi, tapi juga berwisata. Jadi kunjungan terus naik,” jelasnya.

3. Jam Operasional Diperpanjang Selama Liburan

Pengujung memasuki Museum Keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Untuk mengakomodasi tingginya minat wisatawan, pengelola museum memperpanjang jam operasional selama masa libur Lebaran. Jika pada hari biasa museum buka pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, maka selama libur dibuka hingga pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, harga tiket masuk dibanderol Rp35 ribu untuk umum dan Rp25 ribu bagi pelajar maupun mahasiswa. Tiket tersebut sudah termasuk layanan pemandu wisata yang akan membantu pengunjung memahami sejarah dan koleksi museum.

Perpanjangan jam operasional ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi wisatawan untuk menikmati kunjungan ke Museum Keraton Surakarta.

Editorial Team