Ilustrasi pemadaman listrik bergilir di Kota Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)
Menanggapi banyaknya keluhan warga, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengaku telah menghubungi langsung pimpinan PLN. Ia meminta agar gangguan kelistrikan yang terjadi segera ditangani dan tidak berlarut-larut.
Respati mengatakan, pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga mengganggu aktivitas belajar anak-anak, kegiatan ibadah, hingga berbagai aktivitas masyarakat lainnya.
“Saya kemarin sudah menelepon langsung pimpinan PLN. Saya prihatin dengan kondisi ini. Jangan sampai pemadaman listrik mengganggu usaha warga, anak-anak belajar, beribadah, maupun menjalankan aktivitas lainnya,” kata Respati.
Berdasarkan informasi yang diterimanya PLN Solo, gangguan listrik dipicu adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan kapasitas pasokan listrik menurun. Untuk menjaga kestabilan sistem, PLN melakukan manajemen beban terbatas di sejumlah wilayah terdampak sambil mempercepat proses pemulihan pembangkit.
“Saat ini memang ada kendala teknis di PLN. Kita berharap kondisi ini bisa segera normal sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat kembali optimal,” ujar Respati.
Ia menegaskan, Pemkot Solo akan terus berkoordinasi dengan PLN hingga kondisi kembali normal.
“Intinya sudah saya sampaikan kepada PLN agar persoalan ini cepat selesai. Jangan sampai mengganggu jalannya aktivitas warga,” tegasnya.
Selain meminta percepatan penanganan, Respati juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat pemadaman terjadi, terutama pada malam hari. Ia meminta warga, termasuk Linmas, ikut menjaga keamanan lingkungan serta lebih berhati-hati di jalan karena lampu penerangan maupun traffic light berpotensi tidak berfungsi saat listrik padam.
“Yang penting bagi kita adalah tetap waspada. Ketika kondisi gelap, berbagai hal bisa terjadi. Karena itu, sistem penjagaan lingkungan dan semangat untuk saling menjaga menjadi penting,” katanya.