Jembatan Banyumas-Kalibagor Tutup, Warga Bayar Rp5.000 Naik Perahu

- Penutupan total Jembatan Sungai Serayu membuat warga Banyumas dan Kalibagor beralih menggunakan perahu penambang pasir sebagai sarana penyeberangan cepat antar desa.
- Tarif penyeberangan cukup terjangkau, mulai Rp3.000 untuk pejalan kaki hingga Rp8.000 bagi pengendara motor berboncengan, meski tetap ada risiko saat cuaca buruk atau debit air tinggi.
- Penyeberangan darurat ini beroperasi setiap hari pukul 06.00–17.30 WIB di rute Desa Kedunguter–Desa Kaliori dengan waktu tempuh sekitar 5–8 menit per perjalanan.
Banyumas, IDN Times – Penutupan total Jembatan Sungai Serayu yang menghubungkan Kecamatan Banyumas dan Kalibagor selama masa perbaikan memaksa warga mencari cara kreatif sekaligus ekstrem.
Alih-alih memutar jauh melalui jalur alternatif yang memakan waktu dan bahan bakar lebih banyak, banyak warga kini memanfaatkan perahu penambang pasir tradisional sebagai sarana penyeberangan darurat.
Perahu-perahu baja yang biasanya digunakan untuk mengangkut material pasir di sepanjang Sungai Serayu kini berubah fungsi menjadi “ferry dadakan” yang sangat ramai digunakan.
1. Nyebrang kali karena opsi lebih cepat

Lokasi penyeberangan darurat ini berada di kawasan Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas (sisi selatan sungai) menuju Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor (sisi utara).
Salah satu pengguna jasa yang rutin melintasi sungai menggunakan perahu ini adalah Budiyanto. Ia mengaku memilih opsi ini karena jauh lebih cepat dibandingkan harus memutar jalur panjang.
"Kalau lewat jalur alternatif itu jauh banget, memutar. Makanya saya rutin pakai penyeberangan perahu ini dari arah Kebumen ke Purwokerto begitu juga sebaliknya,"ujar Budiyanto.
2. Tarif terjangkau, risiko tetap ada

Warga setempat yang mengoperasikan jasa penyeberangan, Bambang, menjelaskan bahwa perahu-perahu tersebut sengaja dialihfungsikan untuk membantu mobilitas warga sejak jembatan ditutup total oleh pemerintah.
"Sejak jembatan ditutup, perahu-perahu ini kami fungsikan untuk membantu warga yang ingin lebih cepat sampai tujuan tanpa harus memutar jalur alternatif,” kata Bambang.
Tarif yang diterapkan cukup terjangkau:
- Pejalan kaki (1 orang): Rp3.000
- Pengendara motor (1 orang): Rp5.000
- Pengendara motor berboncengan (2 orang): Rp8.000
Meski menjadi solusi cepat dan murah, penyeberangan menggunakan perahu pasir ini tentu membawa risiko tersendiri, terutama saat cuaca kurang bersahabat atau debit air sungai tinggi.
Namun, kepraktisan dan efisiensi waktu membuat banyak warga tetap memilih opsi ini sebagai “jalur darurat” utama selama perbaikan jembatan berlangsung.
3. Berikut jadwal penyeberangan erahu darurat Sungai Serayu

Berdasarkan informasi terkini dari warga dan operator setempat:
Jadwal Operasional Perahu Penyeberangan
- Hari Senin – Minggu (termasuk hari libur)
- Jam Operasional :06.00 WIB – 17.30 WIB
Operasional bisa lebih awal (mulai pukul 05.30 WIB) jika ada permintaan banyak di pagi hari. Penyeberangan biasanya dihentikan setelah pukul 17.30 WIB karena faktor keamanan (visibilitas rendah).
Saat musim hujan atau debit air sungai tinggi, jadwal bisa berubah atau sementara dihentikan untuk keselamatan.
Estimasi Waktu Penyeberangan satu kali crossing (selatan ke utara atau sebaliknya) ± 5 – 8 menit
Tarif Kembali (Update)
- Pejalan kaki Rp3.000 / orang
- Motor 1 orang Rp5.000
- Motor 2 orang (berboncengan) Rp8.000
Lokasi Tepat:
- Selatan: Desa Kedunguter, Kec. Banyumas
- Utara: Desa Kaliori, Kec. Kalibagor
Datang lebih awal pagi hari jika ingin antrean lebih sepi. Operator biasanya siap selama jam operasional, tapi semakin sore semakin sedikit perahu yang beroperasi.



















