Solo, IDN Times - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mewajibkan setiap Puskesmas memiliki fasilitas skrining awal penyakit kanker. hal itu lantaran kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit kanker masih rendah.
Menkes akan Wajibkan setiap Puskesmas Miliki Layanan Skrining Kanker

1. Kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker
Hal itu diungkapkan Menkes Budi saat membuka acara 3rd Soeradji International Conference, di Hotel Alila Solo, Sabtu (23/2024).
Pihaknya menyebut kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit kanker masih rendah.
"Tingkat kesadaran masyarakat masih rendah karena setiap kali saya datang ke RS itu, kankernya sudah lanjut. Fatality rate yang tinggi kemungkinan wafatnya tinggi, menunjukkan tingkat kesadaran rendah," ujarnya.
2. Program Presiden Prabowo soal deteksi dini kanker
Lebih lanjut ia kengungkapkan, deteksi dini penyakit kanker masuk ke program Presiden Prabowo Subianto. Pada pemerintahan kedepan, Presiden Prabowo menggagas gasp lotsa skrinng awal kanker yang bisa diakses di setiap Puskesmas di seluruh Indonesia.
Hal itu dimaksudkan agar masyarakat dapat mendeteksi sedini mungkin perkembangan kanker di dalam tubuh.
"Deteksi dini kanker ini masuk je program skriningnya Pak Prabowo Saya mau lihat ke Puskesmas terkait kesiapan mereka, alat periksa darah kita bisa lihat darah di pasien sehingga kalau ada indikasi kanker ini kita bisa ketahui," jelasnya.
3. Tidak semua pelayanan pengobatan kanker teratasi oleh BPJS
Menkes Budi juga mengungkap hanya biaya pengobatan pokok penyakit kanker yang dijamin oleh BPJS. Sementara biaya lanjutan pengobatan kanker tak dapat teratasi oleh BPJS.
Untuk mengatasi hal itu, masyarakat bisa melakukan deteksi sedini mungkin agar segera dapat melakukan pengobatan bila menjadi penyintas kanker.
"Tidak semuanya dicover, yang besar-besar dan yang dasar yang dicover. Untuk itu saya ingin sampaikan kanker itu penyakitnya tidak menakutkan. Bisa disembuhkan tapi ketahuannya harus dini," ungkapnya.