Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Munas BEM SI XIX: Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Hadapi Geopolitik
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyapa mahasiswa saat membuka Munas XIX BEM SI di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7/2026). Forum yang berlangsung selama sepekan tersebut diikuti perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) menegaskan saat ini mahasiswa perlu bergerak menjadi yang terdepan menghadapi situasi global yang tak menentu.

Dalam pelaksanaan Munas BEM SI XIX di Polines Semarang, Koordinator BEM SI, Muzammil Ihsan, mengatakan, Munas XIX menjadi forum menyamakan persepsi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika geopolitik global.

“Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di tengah kondisi geopolitik global saat ini,” kata Muzammil, Senin (27/7/2026).

Melalui forum Munas XIX, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi strategis dari kalangan mahasiswa yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional maupun daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuturkan, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi agent of change, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi agent of change, tetapi juga memiliki fungsi kontrol sosial sekaligus menyalurkan energi dan idealismenya untuk ikut membangun daerah,” kata Luthfi.

Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perguruan tinggi dan mahasiswa merupakan aset strategis yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Sebagai bentuk nyata kolaborasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin nota kesepahaman dengan 77 rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, hilirisasi hasil riset dan inovasi kampus, hingga pelibatan akademisi dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

“Mahasiswa adalah aset untuk memajukan wilayah kita,” akunya.

Luthfi juga menekankan pentingnya sinergi dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri. Menurutnya, derasnya arus investasi yang masuk ke Jawa Tengah harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten agar manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article