Semarang, IDN Times - Kemunculan kolom dua paslon capres dalam kegiatan simulasi pencoblosan surat suara terjadi di sejumlah daerah terutama Jawa Tengah. Padahal semestinya ada tiga paslon capres yang tertera di kolom surat suara. Masing-masing paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan paslon nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Muncul Kolom 2 Capres pada Surat Suara Simulasi, KPU Jateng: Dari Aplikasinya

1. Dua kolom capres muncul di surat suara karena faktor aplikasinya
Komisioner Divisi Logistik KPU Jateng, Basmar Perianto Amron membenarkan ihwal adanya beberapa kegiatan simulasi pencoblosan surat suara yang muncul hanya dua kolom paslon capres.
"Soal simulasi surat suara hanya dua kolom capres dari pihak kami memang ada surat suara yang kondisinya seperti itu. Tetapi memang dari aplikasinya sudah seperti itu," kata Basmar saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis (11/1/2024).
2. Diperkirakan ada kesalahan teknis
Menurutnya munculnya kolom dua capres pada kegiatan simulasi pencoblosan surat suara disebabkan ada kesalahan teknis.
Keberadaan dua kolom capres pada surat suara simulasi karena berasal dari aplikasi yang ada di percetakan. Soal apakah aplikasi pencetakan surat suara yang digunakan di pabrik percetakan error, ia mengaku tak tahu-menahu.
"Itu gak kesalahan, jadi itu karena saat itu apakah memang dari aplikasinya kami juga gak ngerti. Terus apa emang error juga kurang tahu," tuturnya.
3. KPU Jateng minta warga tetap tenang
Basmar menyarankan kepada masyarakat untuk tetap tenang dalam menyikapi kemunculan dua kolom paslon capres tersebut. Sebab, ia mengklaim kejadian itu tidak akan mempengaruhi pelaksanaan teknis coblosan ketika hari pencoblosan di TPS.
"Nanti ada pemantapan simulasi lagi. Agar orang-orang dan panitia penyelenggara lebih siap lagi, lebih lancar lagi," sambungnya.
4. Penyortiran dan pelipatan surat suara masih dikebut
Saat memasuki Januari 2024, pihak KPU tiap kabupaten/kota masih mengebut proses penyortiran dan pelipatan surat suara. Ia menargetkan penyortiran surat suara kelar sekitar 50 persen di masing-masing daerah saat menginjak tanggal pertengahan bulan ini.
Pihaknya juga masih menyelesaikan input data kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara yang kini masih dikerjakan petugas lapangan.
"Yang sekarang di kabupaten kota sudah menyelesaikan 50 persen. Jadi ada berapa banyak total keseluruhannya ya belum kehitung. Semoga saja tanggal 19 nanti pekerjaan pelipatan surat suara sudah selesai," terangnya.
Adapun surat suara yang berlaku untuk Pemilu 2024 nanti terdiri dari lima jenis. Meliputi surat suara untuk calon legislatif untuk tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota, surat suara DPD RI, surat suara calon presiden dan surat suara partai politik.
5. Ditemukan surat suara bolong dan sobek
Lebih jauh, diakuinya terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan yang menghambat penyelesaian penyortiran dan pelipatan surat suara. Bismar berkata saat ini ditemukan surat suara yang berlubang dan sobek.
Selain itu hambatan lain juga terjadi ketika truk logistik pengangkut surat suara kecelakaan di Jalan Raya Jambu Ambarawa. Meski begitu kendala yang dihadapi saat ini tidak terlalu banyak.
"Kendala teknis di lapangan untuk wilayah Jawa Tengah gak begitu banyak. Palingan pas truk ekspedisi logistik kecelakaan kemarin. Tapi itu gak masalah, bisa diatasi. Terus ditemukan juga surat suara tidak memenuhi syarat karena berlubang dan sobek. Jumlah surat yang rusak gak banyak. Nanti diganti ke percetakan," kata Bismar.