Salah satu kendaraan katagori mewah tampak mengisi BBM bersubsidi berupa pertalite di salah satu SPBU. (IDNTimes/Dicky)
Dalam jangka panjang, tumpukan jelaga kotor akan merembet ke komponen vital lainnya. Sisa emisi kotor dapat menyumbat catalytic converter serta merusak sensor oksigen. Selain itu, kerak pada dudukan katup memicu klep bocor hingga mesin kehilangan tenaga total, serta membuat busi cepat mati.
Banyak pengendara mencoba mengakali hal ini dengan mencampur Pertalite dan Pertamax demi mendapatkan oktan tengah. Padahal, ini adalah langkah yang salah.
Mitos vs Realitas | Fakta Ilmiah |
Mitos: Campur BBM beda oktan bikin lebih irit dan aman | Salah! Formula dan zat aditif yang berbeda justru akan saling merusak. |
Dampak Campur BBM | Memicu pengendapan zat kimia yang menyumbat injektor bahan bakar. |
| |
Menghemat pengeluaran harian memang penting, tetapi mengorbankan spesifikasi bahan bakar kendaraan justru membawa risiko kerugian yang jauh lebih besar. Memberikan asupan BBM yang tepat adalah investasi terbaik agar mesin tetap responsif, irit, dan bebas dari ancaman kerusakan permanen.
Nah Millennials, jenis BBM apa nih yang paling sering kamu gunakan untuk kendaraan kesayanganmu sehari-hari? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, ya!