budayajawa.id/Rumantika Galuh
Lalu apa itu sebenarnya padusan, tradisi yang tiap tahun dilakukan masyarakat Boyolali, Klaten dan berbagai daerah di Jateng dan DIY ini? Padusan sendiri merupakan tradisi membersihkan diri baik secara fisik maupun rohani untuk menyambut bulan Ramadan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa. Padusan biasanya dilakukan sehari menjelang Ramadan.
Padusan berasal dari kata adus yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai mandi. Konon tradisi masyarakat Jawa ini sudah ada sejak zaman Wali Songo. Menurut cerita, tradisi ini dilakukan masyarakat sehari jelang Ramadan dengan mendatangi sumber mata air murni. Di tempat tersebut masyarakat kemudian mandi besar, membersihkan badan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Seiring berjalannya waktu padusan pada masyarakat Jawa mengalami pergeseran. Ritual mandi besar ke lokasi sumber mata air murni tidak lagi harus dilakukan di sumber mata air, namun bisa di rumah masing-masing.
Di Boyolali, biasanya masyarakat berbondong-bondong mendatangi berbagi mata air atau umbul untuk padusan. Beberapa tempat pemandian atau umbul yang kerap menjadi lokasi padusan yakni Umbul Sungsang dan Umbul Tirtomarto di kawasan wisata Pengging, Umbul Tlatar di Kecamatan Boyolali serta tempat pemandian di Kecamatan Simo.