Pelni Semarang Angkut 17.650 Perantau Balik Kalimantan, Ini Lokasinya

- Pelni Semarang mencatat 17.650 perantau kembali ke Kalimantan melalui Pelabuhan Tanjung Emas menuju Kumai, Sampit, dan Pontianak hingga 21 April 2026.
- Selama Angkutan Lebaran 6 Maret–6 April 2026, Pelni melayani total 652.271 penumpang atau 102 persen dari target, dengan puncak arus balik pada 30 Maret mencapai 28.296 penumpang.
- Kepala Cabang Pelni Semarang menegaskan keberhasilan layanan berkat kerja sama berbagai pihak serta komitmen menjaga keselamatan dan peningkatan kualitas pelayanan pasca-Lebaran.
Semarang, IDN Times - Momen arus balik Lebaran rupanya masih menyisakan sejumlah warga yang belum kembali ke tanah rantauan. Di Semarang, Pelni mencatat sampai 21 April 2026 kemarin telah melayani 17.650 orang perantau yang kembali ke tanah rantauan di Kalimantan.
Puluhan ribu perantau itu balik ke Kalimantan menggunakan sejumlah armada kapal Pelni dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Pelabuhan Kumai Kalteng, Pelabuhan Sampit Kalteng dan Pelabuhan Pontianak Kalbar.
Kepala Cabang Pelni Semarang, Yuniati Fatimah mengatakan adanya keberangkatan perantau menggunakan kapal Pelni menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk menggunakan transportasi laut masih cukup tinggi.
"Kepercayaan dan dukungan masyarakat ini menjadi motivasi utama bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," ujar Yuni, Rabu (22/4/2026).
Ia menekankan keberhasilan layanan Angkutan Lebaran tidak lepas dari kerja sama dari seluruh tim, instansi dan dukungan masyarakat. Yuni juga menambahkan bahwa arus balik masih berlangsung sampai dengan akhir April ini.
"Alhamdulillah, Angkutan Lebaran untuk Cabang Semarang dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sampai dengan h+15, penumpang naik dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sendiri sejumlah 9.443 penumpang, naik sekitar 21,9 persen dibandingkan dengan tahun 2025 yaitu sejumlah 7.748 penumpang." ujar Yuni.
Selama periode Angkutan Lebaran pada 6 Maret hingga 6 April 2026, Pelni melayani total 652.271 penumpang, melampaui proyeksi sebanyak 641.025 penumpang atau mencapai 102 persen dari target yang ditetapkan.
Jumlah tersebut terdiri dari 577.239 penumpang kapal penumpang dan 75.032 penumpang kapal perintis.
Pelni mencatat puncak arus mudik kapal terjadi pada 18 Maret 2026 dengan realisasi 31.460 penumpang, sementara puncak arus balik terjadi pada 30 Maret 2026 dengan 28.296 penumpang.
Secara keseluruhan puncak arus mudik dan balik tergolong juga berlangsung tertib. Sebab selama ini ada persiapan yang optimal, termasuk penyesuaian rute, peningkatan kapasitas, serta pemantauan ketat terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Yuni pun turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh penumpang yang telah mempercayakan perjalanannya kepada Pelni selama momen Lebaran.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh penumpang yang telah memilih Pelni sebagai sarana transportasi laut mereka selama Angkutan Lebaran 2026," bebernya.
Meskipun periode angkutan Lebaran telah berakhir, Pelni terus berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan safety first, zero accident, dan service excellence, serta terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan untuk penumpang.


















