Jemari Anak Putus Sekolah Hasilkan Hijab Premium Jutaan Rupiah

Setiap niatan menolong anak putus sekolah senantiasa memberikan dampak nyata di masa depan. Sepenggal kalimat tersebut rupanya menggambarkan kehidupan yang saban hari dijalani Luna.
Ia setidaknya mampu mengubah wajah anak-anak putus sekolah menjadi sosok berharga. Semenjak awal membuka bisnis butik bernama Luna Hijab di Kecamatan Bae Kabupaten Kudus, keberdaan anak-anak putus sekolah tersebut memberikan andil yang positif bagi geliat bisnisnya.
Ada banyak anak putus sekolah bahkan beberapa lainnya dari anak kampung telah dipekerjakan sebagai pegawai di lini produksi handmade hijab.
"Jumlah pekerja handmade di tempat kami hampir 100 orang. Kebanyakan dari kalangan anak kurang mampu secara ekonomi keluarga, anak putus sekolah juga ada dari anak terlantar. Mereka rata-rata kami bantu, kami ajari supaya punya keterampilan yang bagus. Kemudian merekalah yang bekerja sehari-hari di lini produksi handmade untuk usaha hijab kami," kata perempuan bernama lengkap Lulul Chikmayati ini tatkala berbincang di butiknya, Selasa (19/6/2026).
Sebagai owner Luna Hijab Indonesia, ia memiliki intuisi yang tajam. Kepada kalangan anak putus sekolah yang kerap dimarjinalkan, ia melihatnya bak mutiara yang perlu dipoles.
Tak jarang ia menjamah anak putus sekolah berusia antara 20-30 tahun untuk diselami kepribadannya sebelum diasah kemampuanya menjadi seorang pekerja yang terampil.
"Jadi, yang benar-benar menentukan kualitas produk handmadenya Luna Hijab itu ya mereka. Yang dari anak usianya sekitar 20-30 tahun," tuturnya.
Selain itu, semenjak memulai usaha hijab tahun 2007 silam, Luna juga memiliki sejumlah penjahit lansia yang telaten mengerjakan produksi hijab saban hari. "Diluar itu ada banyak penjahit penjahit masih setia kepada Luna. Para penjahit usianya 50-70 tahun berasal dari warga lokal dan pendatang," akunya.
Apabila dilihat di butiknya, melalui tangan-tangan terampil para pegawainya itulah yang akhirnya menghasilkan busana hijab yang bernilai jual tinggi.
Di butiknya Jalan Sukun Raya Kecamatan Penganjaran Kecamatan Bae, hampir semua hijab berbagai motif dijual mulai harga ratusan ribu dan termahal bisa sampai jutaan rupiah.
"Keunggulan kami ialah desain atau motif yang dijual tidak pernah sama. Karena Hijab Luna banyak yang costume, makanya segmennya juga beda sama lainnya. Tetapi jumlah peminatnya sangat banyak. Member Luna ada jutaan orang seluruh Indonesia. Karena setiap hijab yang kami bikin selalu memunculkan keunikan masing-masing," ujar Luna.
Daya magis Shopee bikin Hijab Luna laris manis
Ia pun tak memungkiri, di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat, dirinya dituntut membuat gebrakan-gebrakan agar brand hijabnya tetap digandrungi pelanggan.
Selain tekun berinovasi dan melayani pelanggan secara offline, Luna juga getol memasarkan produknya melalui transaksi online.
Sudah belasan tahun ia berkolaborasi dengan Shopee sebagai aplikator yang menjadi ujung tombak pemasaran ke seluruh penjuru negeri.
Tak terhitung banyaknya hijab yang berhasil ia jual lewat Shopee. Menurutnya melalui Shopee paling tidak bisa memperluas akses pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan produknya hingga berlipat-lipat.
"Saya sadar produk hijab yang dihasilkan selama ini sangat diminati buyer, jadinya selain tetap jualan offline, dari online termasuk lewat Shopee juga kita gencarkan. Sedikit demi sedikit dampaknya terasa nyata. Soalnya dari transaksi penjualan online bisa berkontribusi sampai 30 persen. Ini artinya pengaruh pemasaran online cukup bagus untuk eksistensi hijab kami," akunya.
Luna mengharapkan dengan situasi perekonomian saat ini, para pelaku usaha tak perlu berkecil hati. Sebab setiap usaha yang dikerjakan sungguh-sungguh dari keringat orang orang yang terkasih, tentunya lambat-laun menghasilkan dampak positif.
Apa yang dilakukan Luna juga mampu menjadi inspirasi bahwa menjalankan bisnis perlu keuletan dan mempertajam insting pemasaran supaya setiap produk yang dihasilkan tetap diminati masyarakat.



















